RIYADH - Lantaran dianggap payah dalam melakukan pekerjaannya, seorang asisten rumah tangga dipotong tangannya oleh majikannya di Arab Saudi, sebagai hukuman.
Akibatnya, wanita India yang bernama Kashturi Munirathinam itu kini harus mendapat perawatan di sebuah rumah sakit di Riyadh, menurut laporan The Guardian.
Dikatakan tangan kanan Kashturi dipotong oleh majikan perempuannya, setelah ia komplain soal penganiayaan dan gajinya yang tak pernah dibayarkan. Namun, Kashturi malah dihukum dengan pemotongan tangan.
Saudari Kashturi, S Vijayakumari, mengatakan pemotongan tangan itu dilakukan setelah Kashturi berusaha kabur dari usaha pelecehan dan penganiayaan majikannya.
"Ia lalu terjatuh dan mengalami cedera parah pada tulang belakangnya," kata Vijayakumari.
"Sejumlah tetangga dan orang lain lalu membawanya ke rumah sakit. Ia sekarang sedang dirawat di Riyadh, dalam kondisi parah. Permintaan kami adalah bawa ia pulang segera dan rawat ia," demikian pernyataan keluarganya kepada Indian Express.
Insiden ini mendapat banyak kecaman di India, terlebih dari pihak pemerintah yang menuntut penjelasan dari Arab Saudi terkait kejadian itu.
Menlu India Sushma Swaraj, melalui akun Twitter-nya pada Jumat (9/10/2015), dikatakan US News membuat rangkaian cuitan yang memuat komentarnya soal insiden tersebut.
"(India) sangat kecewa akan tindak brutal yang dialami oleh wanita India di Arab Saudi. Ini tidak bisa diterima. Kami sudah mengurusnya dengan otoritas Saudi," tulis akun @SushmaSwaraj.
India Protes
Sementara itu, kantor berita AFP mengabarkan Pemerintah India, Jumat (9/10/2015), melayangkan protes atas kasus tersebut. Kekerasan terhadap asisten rumah tangga itu terjadi beberapa minggu setelah kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan diplomat Arab menyeruak.
.
Munirathinam, warga sebuah kampung di selatan negara bagian Tamil Nadu, mengalami sejumlah kekerasan sejak bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi tiga bulan yang lalu, menurut pengakuan keluarganya.
"Tangan kanannya dipotong oleh majikannya ketika dia berusaha menghindari pelecehan dan penyiksaan rutin," kata adik korban, S Vijaykumari kepada AFP melalui sambungan telepon dari ibu kota Tamil Nadu, Chennai.
Vijaykumari mengatakan, kakaknya pergi bekerja ke Arab Saudi demi membayar utang keluarganya. Namun kenyataannya dia tak digaji. Dia juga tak diberi cukup makan dan dilarang berbicara kepada keluarganya... Sekarang dia ingin pulang," kata Vijayakumari.
Terungkapnya penyiksaan terhadap pekerja asal India itu setelah foto korban yang terbaring di rumah sakit menyebar melalui media-media India.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Vikas Swarup kepada AFP mengatakan bahwa Munirathinam masih dirawat di rumah sakit Riyadh, dan pihaknya sedang berusaha untuk membawa korban pulang ke India.
"Kami sudah menghubungi perempuan itu, rumah sakit dan otoritas kepolisian lokal. Dia akan mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lainnya dari kedutaan (India)," jelas Swarup.
Ratusan ribu pekerja migran asal India bekerja di Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya.
Namun perlakuan buruk oleh majikan kerap menghiasi halaman depan media-media di India.
Sebuah video yang meunjukkan pekerja laki-laki asal India disiksa oleh majikannya di Arab Saudi menyebar di media sosial pada September lalu.




0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !