Headlines News :
Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label TNI. Show all posts
Showing posts with label TNI. Show all posts

5.000 Petugas Gabungan Disiapkan Gusur Kalijodo Lusa

Written By Unknown on Sunday, February 28, 2016 | 12:01 AM


JAKARTA - Sebanyak 2.500 personel Satpol PP disiapkan untuk membongkar kawasan Kalijodo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Jumlah tersebut masih ditambah lagi dengan kehadiran anggota TNI dan Polisi yang membantu pengamanan saat proses penertiban berlangsung.

"Kita sudah rapatkan, personel ada banyak. 2.500 personel Satpol PP sudah kita siapkan, ditambah Polisi dan TNI jadinya ada sekitar 5.000 petugas," ungkap Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi, Sabtu (27/2/2016).

Menurut Rustam, proses pembongkaran kawasan Kalijodo diperkirakan berlangsung lancar.

Pasalnya sebagian besar penghuni Kalijodo sudah mulai pindah ke Rusun Marunda bagi mereka yang memiliki KTP DKI.

"Kita upayakan dua hari kedepan seluruh warga Kalijodo sudah pindah. Kalau para PSK di sana kan sudah pada pulang kampung semua dari kemarin-kemarin," tambahnya.

Sementara itu dalam kesempatan berbeda Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan pihaknya hanya bersifat membantu Pemprov DKI.

Namun demikian Tito enggan menjelaskan secara teknis penanganan yang akan dilakukan pihaknya pada saat penertiban nanti.

"Teknisnya enggak perlu dijelaskan kepada publik, hasilnya aja," ungkapnya.

Tito memastikan penertiban kawasan itu akan dilakukan selama satu hari.

Anggota pun sudah disiapkan untuk membantu pengamanan dan proses penertiban.

"Sudah ada timnya, satu hari diselesaikan," kata mantan Kepala Densus 88 Anti Teror Polri tersebut.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Penganiayaan Bocah oleh Oknum TNI AL Mulai Diselidiki

Written By Unknown on Wednesday, January 13, 2016 | 9:50 AM


JAKARTA - Korps Marinir menerjunkan tim Polisi Militer TNI-AL untuk menyelidiki kejadian dugaan pemukulan terhadap T bocah ‎berusia 13 tahun oleh oknum TNI. Sehingga, kasus itu bisa segera diselesaikan dengan baik.

"Langsung kami selidiki. Dengan melakukan penyelidikan secara internal," ujar Kepala Dinas Penerangan Marinir Letnan Kolonel Suwandi ketika dikonfirmasi, Selasa (12/1/2016).

Suwandi mengatakan, tim yang diterjunkan untuk memeriksa sebagaian besar terdiri dari satuan Polisi Militer TNI Angkatan Laut. Mereka akan memeriksa satu persatu anggota di lapangan.

"Tim ini independen dan hasilnya akan kami umumkam ke publik," katanya.

Menurutnya, dalam aturan korps, tindakan menyakiti orang lain tidak diperbolehkan. Apalagi sampai menyakiti seorang anak yang masih berumur belasan tahun. Pihaknya akan menindaknya secara tegas jika terbukti.

"Hukaman tegas itu bisa berupa sanksi kurungan penjara sampai pemecatan," katanya.
Meski begitu, tambah Suwandi, dia enggan berspekulasi mengenai adanya kasus pemukulan itu.

Sebab, pihaknya belum menerima informasi resmi terkait pemukulan itu. "Saya belum dapat konfirmasi resmi. Jadi tak mau bicara proses hukum," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, T (13) yang merupakan korban penganiayaan TNI masih terbaring lemas di Rumah Sakit Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (12/1) malam. Bekas luka di bagian punggung masih terlihat kala T menunjukkan kepada wartawan di rumah sakit.

Memar pada bagian bibir pun masih terlihat di wajah bocah kelas 6 SDN 01 Ciganju‎r itu. Sambil merintih T mengaku bahwa dirinya dituduh mencuri burung di sebuah kompleks perumahan tentara di Pasar Minggu pada Minggu (10/1).

Dia dipukuli oleh lima orang oknum tentara dan sempat ditodong menggunakan pistol. Saat kejadian, dia bersama kedua rekannya mengendarai sebuah sepeda motor.

Namun, ketika berboncengan, tiba-tiba saja dikagetkan dengan adanya layangan putus saat tiba di depan perkomplekan tentara itu. Mereka langsung mengejar layangan tersebut sambil berlari memasuki kompleks.

Akan tetapi, sesampainya di salah satu komplek, dia dituduh mencuri burung.

"Saya langsung lari. Disangkanya saya maling burung di komplek Wibawa. Terus saya bilang saya gak nyuri dan ngambil burung orang lain. Pas saya lihat di sangkar burung, ada dua bulu burung itu. Nah saya disangkanya ngambil burung itu," kata dia.

Dia pun langsung dibawa oleh anggota tentara yang memiliki burung. Bahkan, dia mendapatkan penganiayaan lainnya dengan penodongan dengan sebuah pistol. Namun, bukannya dilepaskan, dia justru dibawa ke pos.

"Saya bilang jangan Pak, saya takut mati. Pistolnya sudah diginiin (menunjuk tangannya ke kepala). Sampai di pos dia panggil anak buahnya. Lalu dipukuli tiga orang secara bergantian," ucapnya.

T dipukuli menggunakan selang air yang menggunakan gagang belati. Sedangkan rambutnya pun dijambak sembari terus dipukuli secara bergantian. Kisah serupa juga diutarakan oleh ayah korban yang bernama Purwanto.

Purwanto mengaku saat itu, dia mendengar kabar anaknya dipukuli itu dari salah satu temannya yang bernama Faiz yang juga ikut mengejar layang-layang. "Saya lalu ke komplek. Sampai di komplek saya lihat anak saya sudah diikat di sebuah tiang dan ditelanjangi," kata Purwanto.

Dia mengungkapkan, saat itu, dia langsung ditegur oleh penyiksa anaknya itu. Bahkan, bukannya dijelaskan soal kondisi anaknya itu, dia justru langsung dihajar perutnya dan disabet menggunakan selang air pula.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Sebelum Ditemukan Tewas, Koptu Hendra Sempat Bilang Ingin Pulang ke Jawa

Written By Unknown on Sunday, December 6, 2015 | 4:25 AM


PALEMBANG  -  Seorang TNI AD satuan Kodam II Sriwijaya Koptu Hendra (42) ditemukan tewas di kosannya, Jalan Letnan Yasin Lorong Kenanga RT 12/5 Kelurahan 20 Ilir D-3 Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Sabtu (05/12) sekitar pukul 15.00.

Saat pertama kali ditemukan, anggota TNI ini ditemukan dengan kondisi tubuhnya sudah mulai membengkak.

Menurut keterangan pengurus kosan, Fitri (36), penemuan tersebut berawal saat ia dan warga lainnya mencium aroma tak sedap.

Merasa curiga, akhirnya ia dan warga lainnyapun melakukan pemeriksaan hingga akhirnya menemukan jasad korban.

"Pertama kali ditemukan, korban itu berada di tepat di depan pintu ruang tengah. Saat itu posisinya terlentang dengan menggunakan kaos serta celana pendek," jelasnya saat ditemui di lokasi.

Dikatakan Fitri, korban menempati kosan tersebut sudah selama empat bulan dan tinggal seorang diri.

"Korban memang anggota TNI yang bertugas di Kodam. Kalau asalnya dari Jawa," terangnya.

Sebelum ditemukan tewas, masih dikatakan Fitri, korban sempat bilang kepadanya jika bulan Desember ini akan pulang ke Jawa untuk bertemu keluarganya.

"Dia itu ada anak dua, tapi sudah meninggal satu jadi tinggal satu dan rencananya bulan Desember ini mau dijenguk ke Jawa sana," ungkapnya.

Fitri juga menyampaikan, terakhir kali ia bertemu dengan korban pada hari Jumat pagi saat pergi bekerja dan setelah itu tak bertemu lagi.

"Saya kira sudah pulang ke Jawa karena habis itu tak ketemu lagi tapi tak tahunya malah seperti ini," tuturnya.

Fitri juga mengatakan, korban merupakan orang yang baik dan biasanya saat tak ada kerjaan juga mau membantunya untuk mengantarkan anaknya pergi ke sekolah.

"Ramah orangnya terus kalau malam suka ngobrol dan bertelfonan di depan kosan," katanya. Sementara itu,

Kapolsekta IT I Palembang, AKP Zulkarnain mengatakan, setelah mendapat laporan tersebut pihaknya bersama Tim Identifikasi Polresta Palembang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

"Selanjutnya, jenazah akan kita bawa ke Instalasi Pemulsaran Jenazah RSMH Palembang untuk dilakukan outopsi," jelasnya.

Selain itu, dikatakan Zulkarnain, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Kodam guna melakukan pemeriksaan.

"Memang korban merupakan anggota TNI sehingga kita lakukan koordinasi," terangnya.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Unit Khusus TNI AL Lumpuhkan Lima Perompak di Kaki Gunung Salak

Written By Unknown on Wednesday, November 11, 2015 | 10:38 PM


JAKARTA - Pasukan reaksi cepat Komando Armabar TNI AL atau WQFR menangkap lima anggota kawanan Waskim, sindikat besar perompak yang biasa beraksi di Selat Malaka.

Kelima tersangka ini ditangkap di kaki Gunung Salak, Jawa Barat, Rabu (11/11/2015) sekitar pukul 09.15 WIB.

"Satu dari lima pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan petugas," kata Kadispenal Laksma M Zainudin kepada Tribunnews, beberapa saat lalu.

Zainudin menambahkan, dalam operasi ini ada satu orang yang berhasil meloloskan diri masuk ke hutan Gunung Salak.

"Kini dalam pengejaran petugas," tambahnya.

Sebelumnya, TNI AL juga sudah menangkap Gayor, anggota kelompok Waskim lainnya di Batam.

Kelompok Waskim adalah sindikat spesialis kejahatan pengambilan sparepart di atas kapal dengan menggunakan kekerasan.

Lokasi operasi mereka berpindah-pindah, tergantung situasi rapat tidaknya keamanan.

"Lokasi operasi di perairan Selat Malaka, Perairan Dumai dan Perairan Teluk Jakarta," ujar Laksma TNI Zainudin.

Selama ini, lanjut Kadispenal, ada dua sindikat besar yang beraksi di Selat Malaka, yaitu Sindikat M. Zakir dan Sindikat Waskim.

"Jaringan Waskim sudah berhasil dibongkar oleh Tim WFQR, mulai dari pelaku-pelaku yang selalu beraksi di kapal, gudang tempat penyimpanan barang hasil kejahatan, serta penadah barang yang berada di wilayah Jakarta," ujar perwira bintang satu ini.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Berkomplot dengan Oknum TNI dan Brimob Setelah Sering Pesta Narkoba Bareng

Written By Unknown on Monday, November 9, 2015 | 12:49 AM




JAKARTA -- Salah satu otak penipuan uang 'upin-ipin' beromzet miliaran rupiah bersama orang yang diduga oknum Brimob dan TNI, Ronal menceritakan, mereka berkomplot setelah saling kenal saat nongkrong dan pesta narkoba.

‎Lebih lanjut dari pengakuannya, mereka mengenal pecatan polri dan oknum TNI ini karena sering berkumpul dan nongkrong bersama kala pesta narkoba.

"Sama mereka teman pesta narkoba pak. Saya melakukan ini (penipuan) sudah lebih dari sekali. Saya juga residivis kasus yang sama, dulu sempat ditangkap dan kaki saya ditembak," tutur tersangka Ronal, Minggu (8/11/2015) di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta.

‎Modusnya komplotan ini yaitu menjanjikan dana investasi sebesar Rp 60 miliar, dengan cara korban harus menyerahkan 3 persen sebesar Rp 1,7 miliar.

Setelah disepakati, pelaku bertemu dengan korban lalu korban dibawa ke mobil. Di dalam mobil korban dianiaya, lalu dibuang sementara uang korban dibawa kabur.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

HUT TNI ke-70, Pengamat: TNI Rentan Dipolitisasi

Written By Unknown on Tuesday, October 6, 2015 | 2:21 AM

http://www.luwakpoker.com/ref.php?ref=SUSUDAM

Jakarta - Ikrar Nusa Bakti, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan selama 17 tahun reformasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih rentan dipolitisasi. “Terus terang itu yang mengkhawatirkan adalah dari pihak TNI sendiri, karena mereka tidak mau anggotanya atau oknumnya digunakan untuk kepentingan politik tertentu,” kata Ikrar dalam diskusi Quo Vadis Reformasi TNI di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2015.

Menurut Ikrar, hal itu menjadi gangguan terhadap proses reformasi TNI menuju tentara yang profesional. “Gangguan reformasi TNI malah justru datang dari luar unsur TNI,” kata Ikrar.

Menurutnya, reformasi yang berlangsung pada 1998-2004 adalah reformasi yang dapat mudah dibentuk sesuai dengan keinginan politik tertentu. Secara internal, katanya, reformasi dalam tubuh TNI dilakukan dengan pembuatan undang-undang yang mencegah TNI berpolitik praktis. Ia memberi contoh pada saat krisis 1998, saat itu Panglima ABRI Jenderal Wiranto memilih untuk menjaga stabilitas politik daripada mengambil alih keamanan.

Setelah kejadian itu, katanya, ABRI mengeluarkan sejumlah paradigma baru untuk tidak menduduki, tetapi mempengaruhi. Selain itu, ABRI tidak lagi mempengaruhi dari depan, tetapi belakang. “Ini masih reformasi setengah hati,” katanya.

Lebih lanjut, Ikrar berharap reformasi TNI terus berlanjut, baik dalam proses perundang-undangan, reformasi struktural, dan kultural. “Harus dilihat pula bahwa politik tentara adalah politik negara,” katanya.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com
 photo pokersss_zpsvuxlqnry.gif

CONTACT LUWAK POKER




 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Harian Berita LUWAKPOKER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger