Headlines News :
Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label POLITIK. Show all posts
Showing posts with label POLITIK. Show all posts

Inilah Pendapat Ahok Setelah DIserang Massa di Rawa Belong

Written By Fina Kosasih on Thursday, November 3, 2016 | 3:06 AM

Inilah Pendapat Ahok Setelah DIserang Massa di Rawa Belong

HarianLuwak - Inilah Pendapat Ahok Setelah Diserang Massa di Rawa Belong
HarianLuwak, JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merasa massa puluhan orang yang mengejarnya di Jalan Ayub, Rawa Belong, Jakarta Barat, telah mencederai demokrasi Indonesia.

Ahok heran dengan massa puluhan orang yang mengejarnya, saat blusukan.

Sebab, masyarakat asli setempat menerima dengan hangat kedatangannya.

"Saya kira ini mencederai demokrasi kita ya. Masyarakat semua terima kok. Masyarakat penduduk asli terima kok. Mereka hanya segelintir orang yang berteriak-teriak itu. Ini yang saya katakan ini tidak dewasa," ujar Ahok di Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (2/11/2016).

Puluhan massa yang mengejar Ahok, membawa spanduk bertuliskan Ahok penista agama, dia dajal.

Diduga berkaitan dengan kasus penistaan agama yang tengah ditangai Bareskrim Polri.

"Hukum negara kita kan enggak bisa dipaksa, harus ada aturan. Aturan disepakati ya sudah. Kalau kayak gini kan kasian masyarakat ketakutan dengar suara-suara begitu, teriak-teriak begitu," kata Ahok.

Sebelumnya, massa puluhan orang berlari mengejar Ahok di Jalan Ayub, Rawa Belong, Jakarta Barat, Rabu (2/11/2016).

Ahok tiba sekitar pukul 16.00.

Ahok turun mobil, kemudian sempat blusukan dan menyapa seorang warga yang berjualan baso, "Ini bikin sendiri ya bu?" kata Ahok.

"Iya Pak, foto dulu Pak, jarang-jarang ke sini," ucap ibu penjual baso.

Setelah menyapa dan bersalaman dengan warga, Ahok yang mengenakan kemeja kotak-kotak merah masuk gang di Jalan Ayub, gang sempit yang lebarnya hanya 2 meter.

Awalnya, warga masih menyambut hangat kedatangan Ahok.

Tak berselang lama, segerombolan orang berlari dari kejauhan seraya berteriak, "Mana Ahok?"

Massa sekitar puluhan itu, menolak dan berlari mengejar Ahok, bersama lima ajudan dan beberapa tim suksesnya.

Rombongan Ahok berjalan cepat dengan kawalan dari pihak kepolisian

Puluhan warga yang menolak kedatangan Ahok membawa spanduk bertuliskan Ahok penista agama, dia dajal.

"Kita ini semua saudara jangan coba mengorbankan umat Islam pak polisi. Ini kampung orang Islam," kata Habib Idrus Al-Ashi di Jalan Ayub.

Lelaki yang menggunakan pakaian berwarna putih dan peci putih ini terlihat tidak terima ketika petugas kepolisian yang mengawal kampanye Ahok menghalang-halangi.

"Kita enggak terima kampung kita di masuk penista agama. Kita nggak mau cari ribut tolong pak polisi bisa usir Ahok. Takbir," kata dia.


 
http://sakuratoto.com/home/register/94642614339

Ahok Telah Menjadi Saksi Untuk Mantan Dirut Agung Podomoro

Written By Unknown on Tuesday, July 26, 2016 | 5:36 AM

http://sakuratoto.com/home/register/94642614339

HarianLuwak - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Ia dimintai keterangan dalam kasus dugaan suap pembahasan Raperda Reklamasi pantai utara Jakarta.

Seperti ditayangkan Harianluwak Malam SCTV, Senin (25/7/2016), ini merupakan pertama kalinya Ahok memberikan kesaksiannya di Pengadilan Tipikor dengan terdakwa Ariesman Widjaja, mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land dan Trinanda Prihantoro, asisten pribadi Ariesman.

Ahok menjelaskan, Raperda Reklamasi tak kunjung disahkan karena Rapat Paripurna DPRD DKI tidak pernah kuorum.

Ahok juga menjelaskan soal disposisi pada anggota DPRD yang diberi tulisan gila. Hal ini karena DPRD meminta menghilangkan Pasal Usulan Kontribusi Tambahan sebesar 15 persen dari pengembang.

Padahal, dengan kontribusi itu Pemprov DKI Jakarta bisa memperoleh Rp 48 triliun rupiah. Uang tersebut bisa digunakan untuk membangun 120 ribu unit rumah susun.

AGENT ONLINE TERBAIK & TERPERCAYA - WWW.SAKURATOTO.COM

Ratna Sarumpaet Menuding AHOK Bayar Buzzer Untuk Manipulasi Medsos

Written By Fina Kosasih on Wednesday, June 15, 2016 | 12:17 AM


Pegiat Hak Asasi Manusi (HAM) Ratna Sarumpaet menuding Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membayar buzzer buat menggendalikan pendapat di Medial sosial.

“Perubahan? Ahok hanya bayar buzzer utk memanipulasi bukti & bukti & anda semua tidak tahu jika anda DIBOHONGI,” cuit Ratna via akun Twitter Selasa (14/06/2016).

Ratna menegaskan hal itu utk menjawab tuduhan bahwa dia termasuk orang yg mau merusak perubahan yg diusung Ahok.

Seperti yang diketahui, dalam banyak peluang, ibu aktris kece Atiqah Hasiholan ini melakukan oposisi pada kebijakan kebijakan Ahok, teruma terkait penggusuran. Dirinya pun menuding Ahok terlibat kasus korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras.

"Aku minta pada seluruhnya yg mensupport Ahok buat kalian supaya lebih dulu bertanya sama Ahok (Soal kasus Sumber Waras)," tutur Ratna di satu buah program Televisi beberapa waktu yang lalu.

Bahkan dikesempatan itu, beliau pula mengklaim mempunyai materi & bukti-bukti yg meyakinkan dia bahwa Ahok benar-benar terlibat korupsi di kasus Sumber Waras dgn keyakinan 99 %.

"Kalau Ahok benar-benar tak ada korupsinya mengapa ia tak datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi, mengapa dirinya bilang seluruhnya orang ingin melawan seandainya beliau (Ahok) pelaku, ini bahaya," tegas Ratna.

Beliau pun kerap meminta penduduk utk tak gampang yakin dgn Ahok, yg disebutnya sbg penipu.




 
http://sakuratoto.com/home/register/94642614339



Warga Non Muslim Pertama Dihukum Cambuk di Aceh Karena Menjual MIRAS..!!

Written By Unknown on Tuesday, May 3, 2016 | 10:16 AM

 http://sakuratoto.com/home/register/94642614339
BACA BERITA BERIKUTNYA DISINI:

HarianLuwak - Perempuan berinisial RS menjalani eksekusi hukuman cambuk di Takengon, Aceh Tengah, Aceh. RS merupakan warga nonmuslim pertama yang menjalani hukuman cambuk karena melanggar Qanun Jinayat.

RS mendapat hukuman 28 cambuk atas dakwaan penjualan minuman keras di Kabupaten Aceh Tengah, Selasa, 12 April 2016. RS dihukum cambuk bersama sepasang laki-laki dan perempuan masing-masing dihukum cambuk 100 kali atas dakwaan zina.

Situs berita lokal Aceh, benarnews, Rabu (13/04/2016), melansir mereka dieksekusi di halaman Gedung Olah Seni Takengon. Hukuman cambuk bagi RS ini adalah pelaksanaan hukuman cambuk pertama terhadap warga non-Muslim sejak Aceh memberlakukan syariat Islam secara parsial tahun 2001.

Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Tengah, Muslim, menyatakan di tempat yang sama juga dicambuk sepasang pelaku khalwat (mesum) masing-masing tiga kali.

Menurut dia, vonis bersalah terhadap pasangan yang melakukan zina, UMR (42) dan FTM (30), dijatuhkan majelis hakim Mahkamah Syariah Takengon pada 11 Maret lalu.

Muslim menyatakan pihaknya menyiapkan 10 algojo dari polisi WH untuk melakukan eksekusi cambuk terhadap kelima pelanggar syariat Islam tersebut. “Yang lama eksekusi cambuk terhadap pelaku zina. Algojo ganti-ganti setiap 10 kali cambuk satu orang algojo,” katanya kepada para wartawan.

Setiap 20 kali cambuk, tim medis memeriksa kesehatan pelaku zina yang dicambuk secara berturut-turut. “Yang perempuan tidak pingsan. Dia kuat menahan cambukan dari algojo,” ujarnya. Saat eksekusi berlangsung terdengar beberapa kali teriakan dari kerumunan penonton supaya algojo menghunus rotan lebih keras lagi ke punggung terpidana cambuk. Sekitar 1.000 warga dan pejabat setempat menyaksikan hukuman yang terbuka untuk publik itu.

Agent Online Terbaik dan Terpercaya - www.LigaAsia.com



Wuahh..INI KATA ADHYAKSA DAUL UNTUK AHOK: AHOK BELAJAR DULU KE WALI KOTA RISMA DAN MAHYELDI

Written By Unknown on Saturday, April 30, 2016 | 9:11 PM

http://luwakpoker.com/
 BACA JUGA DI: 

http://luwakpoker.com/

HarianLuwak -  Langkah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam menggusur warga yang ada di permukiman kumuh di Jakarta membuat berang banyak tokoh. Salah satunya mantan Menteri Pemuda dan Olahraga periode 2004 - 2009, Adhyaksa Dault.

Ia menyuruh Ahok untuk belajar pada kepala daerah lain dalam menata wilayahnya agar tidak sombong dan menampakkan taring kekuasaan saja. Menurut dia, seharusnya pemimpin mengayomi, bukan menindas demi kepentingan golongan tertentu.

"Kita itu butuh pemimpin, bukan penguasa. Harusnya Ahok belajar bagaimana menata daerah, bukan menggusur, mentang-mentang berkuasa," ujar Adhyaksa di Masjid Jami Keramat Luar Batang, Jumat (29/4/2016).

Dia mencontohkan dua kepala daerah yang berhasil merelokasi dan menata warga serta daerahnya tanpa kekerasan dan tak menyulut api perlawanan dari masyarakat.

"Harusnya Ahok belajar, bagaimana Wali Kota Padang Mahyeldi dan Ibu Risma di Surabaya menata daerahnya tanpa harus seperti itu," kata Adhyaksa.

Ia juga mengecam tindakan Ahok yang memakai aparat untuk mengintimidasi warga dalam proses penggusuran sebagai cerminan penguasa yang fasis, bukan seorang pemimpin.

"Kalau pemimpin bicara dengan hati, tak semena-mena gitu. Ini mentang-mentang berkuasa, seenaknya," tegas Adhyaksa.

Ia berharap agar Ahok kembali menjadi pemimpin untuk Jakarta yang lebih baik. Bukan dengan menjadi penguasa Jakarta.

Sebelumnya, Ahok berencana menggusur Kampung Luar Batang untuk dijadikan tempat wisata religi, jalan inspeksi dan mendirikan plaza di bekas rumah-rumah warga.

Dari keterangan yang dikumpulkan Liputan6.com, warga Kampung Luar Batang belum pernah sekalipun disosialisasikan soal pembangunan yang diinginkan Ahok. Mereka mengaku hanya mengetahui setelah kisruh penggusuran di Pasar Ikan disiarkan media massa.

NONTON GRATIS :


http://ligaasia.com/

YUSRIL BERANI TANTANG AHOK KELUARKAN "SK" PENGGUSURAN LUAR BATANG??

http://luwakpoker.com/

http://luwakpoker.com/

HarianLuwak -  Yusril Ihza Mahendra menilai putusan PTUN Jakarta yang mengabulkan gugatan warga Bidara Cina menjadi pukulan telak bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Warga menggugat SK Gubernur DKI No 2779 yang diteken Ahok tahun 2015 tentang perluasan lahan rakyat yang digusur untuk pelebaran sungai.

"Sesumbar Gubernur DKI Ahok yang selalu menantang rakyat agar melawannya di pengadilan, ternyata tidak ada apa-apanya," kata Yusril dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Ahok, kata dia, ternyata tidak berkutik setelah PTUN Jakarta mengabulkan gugatan warga melawan mantan bupati Belitung Timur yang sesumbar menantang akan menang di pengadilan.

PTUN menyatakan SK Gubernur DKI Nomor 2779 itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan asas-asas umum pemerintahan yang baik. Hakim memerintahkan Gubernur DKI Ahok untuk mencabut SK tersebut.

"Seluruh alasan dan argumentasi gubernur DKI di persidangan ditolak majelis hakim," ucap Yusril.

Atas putusan itu, Yusril menyatakan, eksekusi penggusuran Bidara Cina harus ditunda pelaksanaannya. Penundaan dilakukan hingga ada putusan hakim yang berkekuatan tetap.

"Bersamaan dengan itu, gugatan class action warga Bidara Cina atas SKI 81 yang diteken Gubernur Jokowi dan SK 2779 yang diteken Ahok diputuskan hakim PN Jakarta Pusat untuk ditunda pelaksanaannya sampai ada putusan hakim yang berkekuatan tetap," kata dia.

Menurut Yusril, penggusuran di Bidara Cina itu dilakukan tanpa perundingan, tanpa kesepakatan dan tanpa ganti rugi. Ahok dinilai tidak bisa berbuat apa-apa atas putusan tersebut.

Yusril menilai, Ahok ternyata tidak sesakti yang dia duga. Karena itu dirinya meminta Ahok agar berkaca atas kekalahannya di PTUN tersebut.

"Keok di pengadilan, sekarang masih nantang lagi agar kami menggugatnya di pengadilan sehubungan dengan rencananya untuk menyerobot tanah rakyat di Luar Batang," ujar dia.

"Coba kalau berani Ahok keluarkan SK penggusuran di Luar Batang. Saya yakin Ahok bakal keok untuk kesekian kalinya melawan rakyat di pengadilan," kata Yusril.

NONTON GRATIS :

http://ligaasia.com/

Presiden Jerman Yakin Presiden Jokowi Mampu Bawa Indonesia Maju Politik dan Ekonomi

Written By Unknown on Friday, April 22, 2016 | 4:04 PM


Dalam kunjungan resmi ke Jerman, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Federal Jerman, Joachim Gauck, Senin, 18 April 2016, di Kantor Presiden Republik Federal Jerman.

Kepada Presiden Gauck, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa selain kerjasama di bidang ekonomi perdagangan dan investasi, fokus kunjungan  Presiden Jokowi kali ini adalah peningkatan kerja sama pendidikan vokasional.

Selanjutnya kedua Presiden lakukan tukar pikiran mengenai isu isu perdamaian dan keamanan di masing masing kawasan.

Dalam kesempatan ini Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia merupakan contoh dimana Islam, demokrasi dan toleransi dapat berjalan seiring. Sebagai negara muslim terbesar, Indonesia mampu mengembangkan demokrasi dan juga toleransi.

Mengenai Laut China selatan, Presiden Jokowi tekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut. Dan tidak akan ada negara yang diuntungkan jika kawasan tersebut menjadi kawasan yg tidak stabil.

Presiden Gauck menilai Presiden Jokowi merupakan presiden yang progresif yang mampu membawa Indonesia maju secara politik dan ekonomi. Presiden Gauck juga menghargai peran Indonesia dalam berkontribusi perdamaian di Timur Tengah.

Hukuman Mati Kasus Narkoba

Kedua Presiden juga lakukan tukar pikiran mengenai masalah hukuman mati. Dalam pembicaraan tentang isu ini, Presiden Jokowi juga meminta agar Jerman dapat memahami memahami situasi Indonesia, yang saat ini dalam kondisi darurat narkoba. “Sekitar 40-50 warga Indonesia meninggal setiap hari akibat penggunaan narkoba”, ujar Presiden. Dengan demikian, menurut Presiden, hukuman mati masih menjadi bagian hukum positif di Indonesia.

Akan tetapi, Presiden menjamin bahwa “Pelaksanaan dilakukan dengan sangat hati-hati dan hak-hak hukum dijamin secara penuh”.

Presiden Jokowi mengakhiri pembicaraan dengan menyampaikan undangan kepada Presiden Gauck untuk dapat berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan dan mempererat hubungan serta kerja sama di antara kedua negara.

Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi,  serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Ada Kejanggalan pada Audit BPK yang Terbongkar oleh ICW

Written By Unknown on Saturday, April 16, 2016 | 9:55 AM


Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri menilai ada kejanggalan dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Kejanggalan tersebut, kata Febri, antara lain pelanggaran prosedur yang ditemukan BPK.

“Kami menilai ada yang janggal dalam temuan BPK yang mengatakan terjadi pelanggaran prosedur dalam pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemda DKI Jakarta. Padahal, menurut kami penetapan lokasi sudah sesuai dengan prosedur,” ujar Febri saat dihubungi Kamis (14/4).
BPK, kata Febri keliru dalam menggunakan acuan sebagai prosedur pengadaan lahan. BPK, kata dia masih menggunakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2012 yang mengatur perencanaan, pembentukan tim, penetapan lokasi, studi kelayakan dan konsultasi publik.

“Padahal, sudah ada Perpres baru, yang merupakan perubahan keempat dari Perpres 71/2012, yakni Perpres 40 tahun 2014. Dalam Pasal 121 Perpres 40 tersebut dikatakan bahwa demi efisiensi dan efektivitas, maka pengadaan tanah di bawah 5 hektar dapat dilakukan pembelian langsung antara instansi yang memerlukan dan pemilik tanah,”jelas dia.


Dalam konteks ini, kata Febri benar apa yang diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahjaya Purnama alias Ahok bahwa BPK menyembunyikan temuan. Pasalnya, BPK menggunakan Perpres 71/2012, bukan Perpres 40/2014. “Makanya, kita pertanyakan mengapa BPK menggunakan Perpres 71/2012 dan bukan Perpres terbaru Nomor 40/2014. Jika menggunakan Perpres 40/2014, maka tidak ada kesalahan prosedur yang dilakukan Pemda DKI Jakarta,” ungkap dia.

Kejanggalan lain, lanjut Febri adalah penentuan nilai jual obyek pajak (NJOP) yang digunakan BPK di mana BPK masih menggunakan NJOP berdasarkan nilai kontrak tahun 2013. Padahal, Pemda DKI Jakarta menggunakan NJOP tahun 2014.

“Seharusnya BPK menggunakan NJOP tahun 2014, bukan berdasarkan NJOP tahun 2013. BPK juga sebenarnya bisa melakukan perhitungan NJOP sendiri sesuai dengan prosedur sehingga ada pembandingnya,” kata Febri.

Dalam kontrak tahun 2013, dinyatakan bahwa NJOP tanah Rp 15,5 juta per meter persegi. Sementara dalam kontrak 2014, NJOP sudah dinaikkan menjadi Rp 20,4 juta per meter persegi.

“Kami berharap KPK tetap lanjutkan kasus ini, apakah ada indikasi mark up atau tidak dalam perhitungan NJOP. Kami tentu berharap KPK tetap objectif dan kuat dalam menyelidik kasus ini serta tidak terpengaruh oleh opini atau tekanan pihak luar,” imbuh Febri.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Menteri Susi Dituding Wapres JK Bikin Susah Rakyat!!!

Written By Unknown on Wednesday, April 13, 2016 | 6:03 PM


Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan surat teguran dengan nomor B02/Wapres/03/2016 kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti usai kunjungan kerjanya ke Maluku dan Sulawesi Utara pada 16-18 Maret 2016.

Surat tersebut berisi teguran akibat temuan di lapangan adanya pengangguran pekerja kapal, minimnya pasokan ikan di tempat-tempat penyimpanan dan pengolahan ikan atau unit pengolahan ikan (UPI) karena kebijakan moratorium kapal eks asing dan transhipment. Wapres JK meminta Menteri Susi mengkaji ulang dan melakukan sinergi terhadap penerapan kebijakan tersebut.

Terhadap surat teguran itu, Menteri Susi menjelaskan bahwa banyak UPI di Bitung yang memang tidak beroperasi sejak lama. Sebab, lanjutnya, pembangunan UPI termasuk syarat pengusaha pemilik kapal asing untuk beroperasi di Indonesia.

"Jadi dulu itu banyak, untuk mendapatkan izin kapal menangkap ikan ke Indonesia dari luar negeri itu harus bikin UPI. Jadi banyak UPI-UPI yang sebetulnya bukan dibangun untuk dioperasikan," kata Menteri Susi di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (29/3).

Menteri Susi menjelaskan, UPI-UPI tersebut sudah lama dibangun dan bertahun-tahun tidak beroperasi karena tujuannya bukan untuk pengolahan. Dan bukan disebabkan pelaksanaan illegal fishing.

"Untuk memenuhi prasyarat. Hanya boleh bawa ikan (dari Indonesia), bawa kapal dari luar negeri kalau ada UPI, itu saja. Jadi UPI-nya kosong, sejak dulu kosong," jelas Susi.

"Beberapa UPI di Maluku itu memang tidak pernah dipakai dari sejak dibangun," imbuh Menteri Susi.

Dia mengaku semua kebijakan yang dikeluarkanya terlebih dahulu telah melalui proses diskusi dengan Presiden Joko Widodo guna menghindari kesalahpahaman. "Semua pekerjaan saya pasti selalu diskusi dengan Pak Presiden ya sekarang mereka lihat ikannya banyak kapalnya dia mau tangkap lagi," tutupnya.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Diam-diam, KPK dan BPK Periksa Ahok Siang Tadi

Written By Unknown on Saturday, April 9, 2016 | 6:53 PM


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersaama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) secara diam-diam, mendatangi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk melakukan audit program-program yang dilakukan tahun anggaran 2014. Kedatangan KPK serta BPK ini tidak tercantum dalam agenda resmi Pemprov DKI.

"Jadi KPK minta BPK lakukan audit investigasi terhadap kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, pengadaan scanner, printer dan alat fitness di sekolah-sekolah," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Kamis (13/8/2015).

Kedatangan KPK dan BPK luput dari perhatian awak media. Berdasarkan informasi petugas pengamanan dalam (pamdal) Pemprov DKI, tim KPK dan BPK datang menemui Basuki sekitar pukul 12.00.

Pada kesempatan itu, Basuki juga menyampaikan keluhannya terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tehadap Laporan Keuangan APBD 2014 yang dilakukan BPK.

Sebab, sebelum penyerahan LHP, BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta tidak bertemu dengannya.
"Seharusnya memang benar hubungan ketatanegaraan, ketemu saya dulu. Gila, saya baru kenal tadi sama yang namanya Kepala BPK DKI," kata Basuki.

Menurut Basuki, audit BPK terhadap Laporan Keuangan tahun anggaran 2014 telah menyalahi prosedur. Sebab, kata Basuki, BPK tidak bertemu dengan Pemprov DKI terlebih dahulu untuk melakukan audit.

"Kalau Anda mau membuat hasil pemeriksaan, terus kamu jadi terdakwa, kamu jadi saksi dulu lho di KPK, baru jadi terdakwa. Ini BPK mau ngincer saya, tetapi enggak pernah ketemu saya," kata Basuki.

Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Jawaban Anak Ahok Ini Membuat Para FPI Terdiam Langsung!!!

Written By Unknown on Tuesday, April 5, 2016 | 8:25 PM

http://sakuratoto.com/home/register/94642614339

 BACA JUGA:  

Nicholas Sean Purnama atau yang akrab dipanggil Nico mulai menjadi pusat perhatian saat pelantikan ayahnya sebagai Gubernur DKI, Rabu (19/11).

Ahok memiliki tiga anak, dua putra, Nicholas Purnama dan Daud Albeenner Purnama dan seorang putri, Nathania Purnama. Postur wajah yang dimiliki Nico nampak layaknya tipe idola anak muda masa kini.

Beberapa komentar di media sosial pun melontarkan kicauan seperti “Anak pak ahok ganteng ya”. Bahkan, di media sosial pun sudah tersebar foto-foto si ganteng Nicholas Sean Purnama.

Nicholas adalah pemuda berusia 16 tahun yang kini tercatat bersekolah di SMA Pelita Harapan kelas dua. Menghadiri pelantikan ayahnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Sean mengurai pendapat bahwa Ahok bukanlah sosok yang galak seperti anggapan banyak orang, seperti dilansir Merdeka.

"Papa jadi Gubernur atau enggak sama aja ya, kan tiap malam kita ketemu. Kita juga suka nonton bareng di luar. Terakhir itu kita nonton film JOHN WICK. Aku sih suka main game, cuma nggak pernah ajak papa karena nggak bisa main. Padahal kalau main Call of Duty bareng seru juga ya," cerita Sean.

Mengomentari soal Ahok yang sering jadi sasaran demi FPI, Sean pun memilih tak ambil pusing.

"Saya nggak pernah mikirin dan ngebahas itu. Papa juga nggak pernah bahas, nggak ambil pusing lah," tutup pemuda ganteng ini. Sean pun mengaku tak paham bahasa Khek, bahasa daerah Belitung. Sehari - hari Sean bekomunikasi memakai bahasa Inggris.

“Kalau Khek, aku nggak bisa. Lagian, aku lahir dan besar di Jakarta. Terus, kalau ngomong sama Papa kebanyakan pake Inggris, tapi aku bisa ngomong Hokkian sedikit. Karena, diajarin Mama.”

Ibu Veronika berasal dari Medan. Hokkian itu dialek yang suka dipake sama orang-orang Cina di Medan. Nggak di Medan doang sih, tapi juga di tempat lain. Cuma kayaknya Hokkian di Indonesia itu identik dengan orang Cina Medan.

Orang Cina modern di zaman sekarang, udah nggak lagi mengharuskan anak-anaknya untuk mahir berbahasa daerah. Bahkan, mereka udah nggak lagi menutup diri untuk pakai bahasa Inggris di rumah.

Beda sama orang Cina zaman dulu. Kalau nggak bisa ngomong bahasa daerah, pasti bakal dihina-hina sama orang yang lebih tua. Dianggap orang Cina Medan atau Belitung palsu! Dan kalau bisa ngomong, tapi logatnya jelek banget, juga dihina-hina. Ya gitu deh. Nggak bisa ngomong salah. Belajar ngomong, tapi nggak perfek juga salah.

Di keluarga Koh Ahok, nggak semuanya berbisnis, seperti orang Cina pada umumnya. Ya bisnis sih  ada, tapi mereka kayaknya lebih aktif di bidang yang lain.

Setidaknya, begitulah kata Om Harry. Seperti yang kita tau, Koh Ahok sendiri bergerak dalam bidang politik. Sedangkan adik pertamanya, Basuri Tjahaja Purnama jadi dokter, dan kalah di Pilkada Belitung dari Adiknya Yusril Ihza Mahendra.

Adik keduanya, Fifi Lety jadi pengacara dan Om Harry bergerak  bidang pariwisata dan kadang juga di bidang budaya dan hiburan.

Begitu juga dengan Sean yang nggak pengin jualan.

“Aku pengin jadi dokter bedah. Nggak suka jualan. Lagian, Matematikaku juga nggak begitu bagus. Makanya aku ambil les Matematika,” imbuh Sean.

Sean juga mengaku tak tertarik dengan dunia politik yang ditekuni ayahnya.

“Nggak juga. Aku nggak tertarik masuk politik. Untuk saat ini sih belum, ya.”

Beda banget sama orang Cina zaman dulu yang lebih suka anak-anaknya jualan kayak mereka. Anak-anak kayak nggak dibolehin punya cita-cita yang lain.

Nggak bisa disalahin juga sih kenapa orang Cina bisa mendidik anak kayak begitu. Karena, dulu orang-orang Cina itu mengalami diskriminasi. Mereka nggak punya kesempatan untuk mencoba berbagai peruntungan. Bolehnya cuma berdagang. Ya udah deh, akhirnya dagang doang.

Beda dengan zaman sekarang. Di mana udah banyak orang Cina yang unjuk gigi di bidang yang lain, selain dagang. Meskipun bullying terhadap orang Cina masih ada. Kayak Koh Ahok yang sering di-bully, karena darah Cina yang mengalir di tubuhnya.

Selain les Matematika, Sean juga ambil les Mandarin, wushu dan gitar. Pas tau anak ini lesnya banyak, pasti kalian langsung bilang ‘Ih, Cina banget, ya! Les mulu!’.

Nah, kalau yang ini gue emang setuju. Keluarga Cina itu emang sangat mengutamakan pendidikan dan skill. Meskipun ujung-ujungnya kerjaan mereka bakal kembali ke toko atau bantu-bantu bisnis orangtua, tapi pendidikan dan skill emang penting banget buat orang Cina.

Di keluarga Asia, terutama Cina biasanya nilai rapor atau ijazah merupakan hal terpenting. Kalau dapet nilai jelek dianggep goblok. Kalau dapet B dianggep kurang pinter, karena belum bisa dapet nilai A. Begitu udah dapet nilai A dianggep biasa aja, karena yang lain juga banyak yang dapet nilai A. Serba salah pokoknya!

Kalau di keluarga Koh Ahok, tak terlihat adanya sifat orangtua yang diktator dalam hal pendidikan. Soalnya, Sean bukan anak yang gila nilai atau terobsesi untuk jadi nomor satu di sekolah. Anaknya santai dan woles banget! Bikin resolusi buat tahun baru aja nggak pernah.

Begitu juga dengan menunjukkan bahasa kasih di keluarga. Sesibuk-sibuknya Koh Ahok jadi gubernur, doi masih sempat meluangkan waktu di pagi hari bersama keluarga buat doa bareng sebelum berangkat gawe.

“Papa juga suka kasih nasihat supaya aku tetep dekat sama Tuhan dan punya hidup yang benar,” kata Sean.

“Terus, kamu jadi tetep deket sama Tuhan dong?”

“Nggak juga sih. Kadang suka khilaf. Hihihi,” katanya cengengesan.

Kebanyakan anak-anak di keluarga Cina jarang bisa akrab sama orangtuanya.

Karena, dari orangtuanya sendiri kurang tau cara mengungkapkan bahasa kasih berupa kata-kata ke anak-anak. Mereka nggak biasa bilang kata-kata sejenis ‘I love you’ ke anak-anaknya.

Mereka lebih suka menunjukkan kasih sayang dengan perbuatan nyata, kayak kasih duit, anterin anak ke sekolah dan lain-lain. Makanya, anak-anaknya pun juga bersikap kaku ke orangtua. Mereka mikir kalau orangtuanya nggak pernah sayang, jadi mereka lebih suka menghabiskan waktu dengan teman-teman, ketimbang keluarga. Untungnya sih, keluarganya Koh Ahok nggak begitu.

Lalu, mungkin kalian sering berpikir kalau orang-orang Cina yang kaya raya pasti bakal lebih sering menghabiskan liburan mereka dengan menghambur-hamburkan uang di luar negeri. Tapi, nggak semuanya begitu. Contohnya Sean yang lebih memilih buat pulang kampung ke Belitung pas Natalan dan Tahun Baru nanti.

“Aku lebih suka main ke Belitung pas libur, daripada ke luar negeri. Karena, suasana di Belitung sejuk. Pantainya bagus banget dan makanannya enak-enak!” curhat Sean yang katanya jarang ke luar negeri.

Dari hal itu, gue menilai bahwa masih ada orang Cina yang nggak melulu bolak-balik ke luar negeri. Masih ada orang Cina yang lebih suka menjelajah negeri sendiri dan menikmati keindahan Indonesia. Dan sepertinya, Sean ini lebih suka menggunakan produk dalam negeri ketimbang produk impor. Kayaknya sih begitu, ya. Setidaknya begitulah pemikiran Kak Uung.

Buat kalian yang jomblo, kayaknya kalian nggak perlu jadi ngenes atau berpikir bahwa hidup kalian yang paling menderita. Karena, anak ucul dan keren kayak Sean aja belum pernah pacaran.

Dulu, doi juga pernah ditolak sama cewek, padahal udah mati-matian ngejer sampe ikutan si gebetan main drama. Ingatlah bahwa penolakan itu ada di mana-mana dan itu adalah hal yang wajar. Kalau kalian tidak pernah ditolak, berarti kalian tidak pernah mencoba.

Sekian dulu cerita bercengkrama dengan anak Koh Ahok yang sederhana seperti anak pak Jokowi, Gibran dan kaesang. Tenyata tak jauh jatuhnya buah dari pohon........ya.

Pesan Daeng Azis: Kalau Mau Melawan Silakan, Tapi Sudahlah

Written By Unknown on Monday, February 29, 2016 | 7:57 PM


JAKARTA -- Kuasa Hukum Daeng Azis, Razman Arief Nasution mengatakan bahwa dirinya pada Minggu (28/2/2016) malam telah bertemu dengan kliennya di Polres Jakarta Utara.

Dalam pertemuannya, Azis sempat berpesan kepada Razman untuk warga Kalijodo agar bersabar menjalani penggusuran yang dilakukan oleh pemprov tersebut.

"Dia bilang ke saya, kalau mau melawan silakan, saya tidak melarang. Tapi sudahlah," ujar Razman menyampaikan pesan Daeng Azis di kawasan Kalijodo, Jakarta, Senin (29/2/2016).

Razman menambahkan jika dirinya diperkenankan untuk mengumpulkan massa melakukan perlawanan fisik bisa saja terjadi. Namun, hal tersebut enggan dilakukan, mengingat Indonesia masih merupakan negara yang taat hukum.

Sehingga perlawanan akan dibuktikan secara hukum. Lahan hijau yang dijanjikan menjadi alasan Pemprov untuk menggusur rumah warga di Kalijodo, kata Razman merupakan bukti kepintaran Ahok mengalihkan isu.

Hal tersebut nantinya akan dibawa oleh Razman ke dalam sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada Rabu (2/3/2016) mendatang.

"Saya kira, ini paling baik, warganya meninggalkan dengan elegan. Saya yakin banyak warga negara ini banyak yang baik dan cerdas mau menyuarakan pendapatnya," tambah Razman.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Terungkap Satu Truk 'Bungkus Kabel' tutup Got bikin banjir supaya Ahok disalahkan

Written By Unknown on Friday, February 26, 2016 | 9:40 PM


Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menunjukan foto yang tersimpan dalam ponselnya. Foto tersebut menunjukan sebuah mobil truk berisi bungkus-bungkus kabel.

Ahok, sapaan akrab Basuki, mengatakan bungkus kabel tersebut diambil dari saluran air di Jalan Medan Merdeka Selatan.

"Ini gila! Merdeka Selatan waktu itu ada wartawan tanya sama saya kenapa masih tenggelam. Saya bilang harusnya enggak mungkin tenggelam kecuali ada hambatan. Kalian lihat ini (sambil menunjukan foto). Ini semua bungkus kabel dimasukin ke got. Nah ini perbuatan siapa? Kita enggak bisa ngomong tapi satu truk sudah kita angkut," kata Ahok di RPTRA Amir Hamzah, Menteng, Jumat (26/2/2016).

Setelah bungkus kabel itu diangkut, kata Ahok, seharusnya genangan tidak akan ada lagi. Genangan akan cepat surut jika saluran airnya lancar dan tidak tersumbat bungkus-bungkus kabel.

"Apalagi kita punya waduk sampai dua meter. Kecuali kalau rob ya. Kalau rob berarti kita harus perkuat tanggul," kata dia.




Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Ridwan Kamil Usul Kantong Plastik Berbayar Dihargai Rp 2000


JAKARTA-  Kebijakan kantong plastik berbayar ditanggapi positif oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kami. Pria yang akrab disapa Emil ini juga bilang, harga yang diterapkan justru masih terlalu murah.
Sebelumnya, dalam surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor S.1230/PSLB3-PS /2016, penggunaan kantong plastik dalam berbelanja dikenakan harga Rp 200 per kantong. "Saya engga senang dengan harga hanya segitu," kata Emil, Kamis (25/2) di Jakarta.

Menurutnya, harga kantong plastik bisa dipatok Rp 2.000 per kantong, Supaya, masyarakat semakin malas memakai kantong plastik yang berdampak buruk terhadap lingkungan.

Apalagi, bagi masyarakat di perkotaan seperti Surabaya, Bandung dan Jakarta harga Rp 200 masih tergolong murah. Ia membandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan ke WC umum saja mencapai Rp 1.000.

Adapun kebijakan kantong plastik berbayar ini sudah mulai berlaku mulai tanggal 21 Februari lalu. Berdasar pantauan di sejumlah minimarket, kebijakan ini belum menyurutkan pemakaian kantong plastik.

Masyarakat masih rela menyisihkan uang Rp 200 untuk setiap kantung plastik yang dipakai membawa barang belanjaan.

Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Toilet Berharga Rp 538 Juta Dibangun di Kamboja Sambut Putri Kerajaan Thailand

Written By Unknown on Thursday, February 25, 2016 | 11:34 PM


RATANIKIRI - Dalam rangka menyambut putri mahkota Thailand di Kamboja, sebuah toilet khusus dibangun dengan memakan biaya hingga Rp 538 juta.

Toilet yang dibangun di tepi Danau Yeak Laom, provinsi Ratanakiri, itu memang sengaja dibangun untuk Putri Mahkota Thailand Maha Chakri Sirindhorn.

Sang putri akan melakukan kunjungan tiga hari ke Kamboja.

Menurut CNBC, toilet tersebut dibangun terpisah dengan dilengkapi pendingin ruangan.
Untuk pembangunannya menghabiskan waktu dua minggu.

Bahan-bahan bangunan yang digunakan pun diimpor khusus dari Thailand.

Dikatakan Independent, toilet tersebut benar-benar hanya digunakan selama kunjungan sang putri.
Usai kunjungan sang putri toilet itu akan dihancurkan.

Pembangunan toilet mahal itu menjadi ironi tersendiri, sebab provinsi Ratanakiri merupakan provinsi termiskin di Kamboja.

Tak heran bila pembangunan toilet itu mendapat kritik dari publik Kamboja yang sebagian besar masyarakatnya masih kesulitan memperoleh fasilitas sanitasi.

“Pembangunan kamar mandi di pinggir danau itu merupakan penghinaan terhadap rakyat Kamboja," protes seorang jurnalis Skotlandia, Andrew Marshall.

Marshall memang banyak menulis soal konflik, politik, dan kriminalitas yang menjadi isu di Asia dan Timur Tengah.
"Jumlah toilet umum di negara ini sangat sedikit, tetapi pemerintah menghabiskan Rp 538 juta dalam satu malam hanya untuk membangun sebuah toilet."

Putri Sirindhorn dijadwalkan bertandang ke Kamboja Senin (22/2/2016) untuk bertemu dengan Raja Kamboja Norodom Sihamoni.

Selain itu, Putri Sirindhorn juga dijadwalkan akan meresmikan sebuah pusat kesehatan dan lembaga teknologi baru, serta mengunjungi sekolah dasar.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Pasha Ungu Dianggap Tak Sopan Merokok Saat Memakai Baju Wakil Wali Kota


Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu terus mendapat sorotan publik sejak resmi dilantik jadi Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah.

Kali ini suami Adelia ini dikritik gara-gara postingan fotonya merokok di depan publik.

Foto Pasha merokok ini diposting akun adeliapashaofficial di instagramnya. Akun ini menulis Ekspresinya, sambil menunjukkan Pasha bersama Hidaya Wali Kota Palu dengan kostum resmi pejabat negara tengah mengisap rokok.

Dari kostumnya terlihat kalau Pasha saat itu tengah menjalani prosesi pelantikan jadi pejabat di Kota Palu.

Sontak foto ini mendapat kritikan netizen. Pasha bahkan dianggap tak sopan.

Akun khafidho.nurfaidah menuliskan,"Kurang sopan bang seorang pejabat skaligus public figure merokok di depan publik."

Ada pula yang menyarankan agar mantan suami Oki Agustina ini memberikan contoh pada publik.

"Alangkah baiknya apabila memberi contoh teladan yang baik dihadapan rakyatnya...sehingga tidak melahirkan animo2 yang kurang menyenangkan...anyway, selamat berkarya!!" tulis akun ruthrosejuillet.

Netizen mengungkapkan kalau foto Pasha ini seolah tak sedap dipandang.

"Aduh, gak enak bgt dilihat nya itu kan lagi upacara bukan abis kongkow d cafe," tulis akun ruchi_christina.

Sementara akun dominikahvt justru mengingatkan istri Pasha agar berhati-hati saat mempublikasikan foto suaminya.

"Pesan buat Adel, maaf jgn memposting sesuatu yg mempermalukan suamix. Sebagai istri, jadilah sensor yg baik buat suami, apalagi sebagai aparat pemerintah, beda gerak gerik dgn artis. Kalau perlu prestasi yg membanggakan yg di ekspos."


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Tunggu Sikap Jokowi, SBY: Semoga Beliau Mendengar

Written By Unknown on Saturday, February 20, 2016 | 9:42 PM


JAKARTA - Satu per satu elemen masyarakat, termasuk Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan penolakan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang digodok DPR RI karena dianggap melemahkan lembaga anti-rasuah tersebut.

Namun, DPR berencana menetapkan revisi undang-undang tersebut dalam Rapat Paripurna, Selasa (23/2/2016), setelah tertunda dan belum ada sikap pemerintahan Jokowi terkait hal itu.

SBY selaku Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat menyatakan saat ini jadi atau tidaknya penetapan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK mendapat penolakan sebagain elemen masyarakat ada di pihak DPR.

Meski begitu, pemerintah selaku mitra DPR juga mempunyai kewenangan terhadap jadi atau tidaknya revisi tersebut.

Oleh karena itu, SBY mengharapkan Presiden Jokowi selaku kepala pemerintahan memberikan pandangan dan posisi pemerintah terhadap upaya perubahan UU KPK tersebut.

"Saya pribadi dan mungkin rakyat juga sungguh ingin mendengarkan posisi dan pandangan Presiden Jokowi. Semoga beliau mendengar," ucap SBY saat memberikan pandangan terkait revisi UU KPK, di Raflles Hills Cibubur, Sabtu (19/2/2016).

Menurut SBY, rakyat Indonesia perlu mengetahui kehendak dan pemikiran Presiden Jokowi selaku kepala pemerintahan berkaitan dengan revisi UU KPK.

"Saya ingin (sikap Presiden Jokowi,-red) secara utuh, supaya bangsa Indonesia berjalan di tengah kebingunan, ada jalan yang ditunjukkan. Kalau kita berjalan di kegelapan, ada pelita untuk penerangan mau dibawa ke mana, termasuk arah pemberantasan korupsi bangsa ini," ucapnya.
"Saya yakin Presiden Jokowi sebagaimana presiden-presiden sebelumnya ingin berbuat yang terbaik untuk negeri tercinta ini," sambungnya.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Setelah Ahmad Dhani, Giliran Farhat Abbas ke Kalijodo

Written By Unknown on Tuesday, February 16, 2016 | 10:43 PM


JAKARTA - Farhat Abbas mendatangi kawasan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara pada Selasa (16/2/2016), sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat menyambangi kawasan tersebut, ia langsung disalami warga dan diajak foto bersama.

Dalam kunjungan tersebut, Farhat menyampaikan kepada warga bahwa ia mempunyai solusi untuk persoalan Kalijodo.

Farhat ke Kalijodo setelah sebelumnya musisi kondang Ahmad Dhani menyambangi lokasi itu.

Ia mengaku mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar untuk menjadi kandidat calon Gubernur DKI Jakarta.

"Penutupan bukanlah solusi. Kalau saya jadi gubernur, kawasan ini akan saya jadikan perkampungan modern," ujarnya di salah satu rumah warga di Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/2/2016).

Farhat mengaku tidak merasakan adanya unsur premanisme di Kalijodo. Ia menyebut Kalijodo sebagai kali pertemuan jodoh.

"Di sini enggak perlu dibangun taman, tetapi bangun pertemanan. Saya tidak melihat preman disini saya melihatnya persahabatan," ucap dia.

Farhat juga menegaskan bahwa ia tidak akan menutup Kalijodo jika menjadi gubernur.

Namun, kata dia, masyarakat harus berjanji untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dalam jangka waktu 10 tahun.

"Saya akan memajukan masyarakat sini, semoga kedepannya ada warga dari Kalijodo yang menjadi pengacara seperti saya," kata dia.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Daeng Aziz Naik Mercy dan Kenakan Kalung serta Gelang Emas saat Ngadu ke Komnas HAM

Written By Unknown on Monday, February 15, 2016 | 10:18 PM


JAKARTA  - Tokoh masyarakat Kalijodo, Abdul Aziz atau yang karib disapa Daeng Aziz terus memperjuangkan agar wilayahnya tidak digusur Pemprov DKI.

Senin (15/2/2016) siang, ‎Daeng mendatangi kantor Komnas HAM dan DPRD DKI Jakarta untuk menolak rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggusur wilayahnya.

Aziz tampil parlente saat meminta perlindungan Komnas HAM dan mendatangi DPRD. Mengenakan batik merah, celana coklat, dan sepatu putih, Aziz tampil layaknya seorang 'bos'.

Apalagi Aziz yang berkalung, bercincin, dan bergelang emas tersebut datang mengendarai mobil mewah Mercedez Benz Silver C 280 dengan Nomor polisi cantik yang berangkakan namanya sendiri, B 471 SSH.

Gelang emas Daeng berbentuk rantai berukuran besar.

Kalungnya juga berbentuk rantai dengan ukuran sedang.

Saat ditanya, Aziz mengaku kehadirannya hanya mengawal ketua RW dan jajaran pengurus pemukiman Kalijodo yang memperjuangakan aspirasi menolak penggusuran. Dirinya dipercaya untuk mengawal karena ditokohkan oleh warga setempat.

‎"Jadi saya ke sini ini, hanya mengawal," katanya di depan gedung DPRD DKI, Senin (15/2/2016).
Aziz menolak menjawab ketika ditanya keinginan warga kalijodo. Ia kembali mengatakan jika kedatangannya hanya mengawal dan tidak membawa aspirasi masyrakat. Menurutnya yang membawa aspirasi warga Kalijodo adalah ketua RW 05, Kunarso Suro Hadi.

"Yang membawa aspirasi masyrakat RW nya sendiri. Saya hanya ditokohkan, kalau ditanya aspirasi pribadi saya jawab," paparnya.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Ahok Pecahkan Rekor KPK, Serahkan Gratifikasi Rp 10 Miliar

Written By Unknown on Thursday, January 14, 2016 | 10:45 AM


Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengembalikan gratifikasi yang diterima dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD), yaitu Dinas Perumahan dan Gedung Pemda serta Dinas Bina Marga. Gratifikasi senilai Rp 10 miliar itu diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, 11 Januari 2016.

"Dua dinas itu yang kembalikan, ini sejarah di KPK. Biasanya KPK tangkap yang nerima gratifikasi, ini kita malah laporkan dan kembalikan," ujar Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat ditemui di gedung Balai Kota Jakarta, Selasa, 12 Januari 2016.

Ahok menuturkan yang menerima gratifikasi adalah beberapa kepala bidang, lalu dilaporkan kepada atasan di masing-masing SKPD. Selanjutnya Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Ika Lestari Aji serta Kepala Dinas Bina Marga Yusmada melapor kepada Ahok.

Gratifikasi tersebut, menurut Ahok, di antaranya diperoleh dari honor membeli lahan untuk pengadaan rumah susun (rusun). "Nah, yang kasih banyak juga lho. Miliaran ini, tentu si Ibu Ika ketakutan, dia lapor ke saya, katanya kepala bidangnya terima duit lapor ke dia," tuturnya.

Ahok menjelaskan, nilai gratifikasi yang dikembalikan merupakan yang terbesar sepanjang sejarah KPK. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said pernah mengembalikan gratifikasi berupa cincin berlian senilai Rp 4,5 miliar.

"Sepanjang sejarah KPK, ini paling besar, karena sebelumnya kan Pak Sudirman Said. Kalau ini hampir Rp 10 miliar," katanya. Dinas Perumahan dan Gedung Pemda mengembalikan gratifikasi sekitar Rp 9,6 miliar. Sedangkan gratifikasi yang diserahkan Dinas Bina Marga mencapai Rp 300 juta.

Sejauh ini, Ahok mengatakan hanya menerima laporan dari dua dinas tersebut. "Saya enggak bisa maksa, tapi saya tahu, bisa cek nanti kalau ketahuan siap-siap sanksinya dipecat," ucapnya.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

CONTACT LUWAK POKER




 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Harian Berita LUWAKPOKER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger