Headlines News :
Home » , , » Pelajaran Berharga dari 'Omelan' Pak Raden

Pelajaran Berharga dari 'Omelan' Pak Raden

Written By Unknown on Saturday, October 31, 2015 | 9:28 AM



Seniman wayang, Suyadi atau yang dikenal sebagai Pak Raden membawa karya lukisan saat akan bertemu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2013). Pak Raden menawarkan lukisan karyanya dengan judul Perang Kembang kepada Jokowi dengan harga Rp 60 juta yang rencananya hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk menerbitkan buku tentang wayang. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha

JAKARTA - Vokalis, pemain bas, dan mantan artis cilik Bondan Prakoso (31) mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya tokoh kenamaan dalam film boneka Si Unyil, drs Suyadi alias Pak Raden.

"Selamat jalan Pak Raden. Terima kasih atas karya-karya dan dedikasimu untuk dunia seni Indonesia. You'll be missed. Rest in peace," tulis Bondan dalam akun Twitter-nya, @_BondanPrakoso_, Jumat (30/10/2015) malam.

Bondan memang cukup memiliki kedekatan emosi dengan Pak Raden. Bondan bersama grup musik Fade2Black pernah menggelar kegiatan "Ngamen untuk Pak Raden" demi meringankan beban ekonomi Suyadi di Petamburan III, Slipi, Jakarta Barat, 14 April 2012.

Tak heran jika Bondan, yang ketika masih kanak-kanak pernah terkenal sebagai penyanyi cilik dengan lagu "Si Lumba Lumba", kaget mendengar Suyadi mengalami kesulitan ekonomi.

"Saya nonton Si Unyil dari umur empat tahun. Sebelum filmnya mulai, saya biasanya main di luar dulu sampai ibu saya bilang, 'Unyil sudah mau main tuh'. Pokoknya, saya sudah dimandiin, bedak masih cemong-cemong di muka, terus nonton," kenang Bondan ketika itu.

Bondan, yang kini telah berkeluarga, mengaku banyak mendapat pelajaran berharga dari "omelan" Pak Raden kepada Si Unyil, yang dulu ditontonnya. "Pasti lah, dulu masih kecil ibarat hardisk masih kosong, diisinya sama film Unyil. Kita pasti kangen. Kita bisa ekspos bareng bahwa ada hak yang belong to yang punya hak," tekan Bondan.

Ketika itu, Suyadi mengaku begitu tersanjung dengan dukungan dari Bondan bersama Fade2Black melalui lagu "Ya Sudahlah", yang mereka sajikan di kediaman Suyadi pada Sabtu sore.

"Saya merasa tersanjung, dihargai, ini cucu cucu saya luar biasa. Saya senang sekali, yang saya harapkan generasi sekarang bikin karya yang serupa, malah harus lebih baik lagi. Jangan selalu menyerahkan ke yang jadul. Anak-anak harus berkreasi sendiri, kalah yang tua-tua, kalah yang zamannya saya," ucap Suyadi kala itu.

Kini semua tinggal kenangan setelah kabar duka menyapa Tanah Air. Suyadi meninggal dunia dalam usia 82 tahun di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (30/10/2015) pukul 22.20 WIB.


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

CONTACT LUWAK POKER




 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Harian Berita LUWAKPOKER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger