Headlines News :
Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label TERORIS. Show all posts
Showing posts with label TERORIS. Show all posts

Inilah Jati Diri Tersangka Bom Bunuh Diri Solo!

Written By Fina Kosasih on Wednesday, July 6, 2016 | 5:30 PM


HarianLuwak - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dalam pertemuan pers di Solo, Selasa (05/07), mengemukakan terduga tersangka bom bunuh diri bernama Nur Rohman, 31 th.

Menurut Badrodin, Nur Rohman lolos dari operasi penangkapan kepolisian seputar enam bln lalu.

"Dia ini termasuk juga dari sekian banyak yg mencari ilmu untuk bikin bom," ungkap Badrodin dalam pertemuan pers.

Nurohman, menurut Kapolri, yakni anggota grup Arif Hidayatullah alias Abu Mush'ab yg disebut satu jaringan dgn sosok Bahrun Naim, yg saat ini diklaim berada di Suriah.

Temuan polisi menyimpulkan Bahrun Naim yaitu otak tersangka penyerangan ledakan bom di depan Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Januari dulu.

Abu Mush'ab sendiri sudah diringkus di Surabaya dgn dua terduga teroris awal Juni dulu.
Terkait ISIS

Ditanya apakah dengan begitu, serangan bom bunuh diri di Mapolresta Solo terkait dengan kelompok militan Negeri Islam atau ISIS, Kapolri tak membantahnya.

"Ini terkait dgn seruan pemimpin ISIS untuk melakukan amaliyah di bln ramadhan," menurutnya.

Sejauh ini belum ada pihak atau group yg mengaku bertanggungjawab pada perbuatan bom bunuh diri di Solo yg menewaskan tersangka & melukai seorang anggota polisi.

Dalam pertemuan pers dgn Kapolri, Kepala Badan Nasional penanggulangan teroris, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Tito Karnavian menegaskan bahwa Abu Mush'ab adalah anggota jaringan Bahrun Naim.

"Garis komandonya ke sana," ucap Tito Karnavian.




 
http://sakuratoto.com/home/register/94642614339



Kelaparan di Hutan, Kelompok Santoso Makan Hewan-hewan Langka dan Dilindungi

Written By Unknown on Saturday, April 2, 2016 | 8:21 AM


Operasi Tinombala untuk memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, sepertinya membuat kelompok teroris ini mulai tersudut dan kelaparan.

Santoso bahkan harus rela memburu hewan-hewan hutan yang langka.

Satuan Tugas (Satgas) Tinombala di Poso, mengatakan Santoso dan kelompoknya telah memburu dan membunuh sejumlah hewan yang dilindungi  untuk dimakan dan bertahan hidup.

Hal itu bisa dilihat dari beberapa video dan foto kelompok Santoso yang sedang makan daging Anoa, Kuskus, bahkan Burung Maleo dan Burung Rangkok.

"Hal ini menunjukan bahwa kelompok Santoso saat ini mengalami kesulitan bahan makanan akibat digelarnya operasi penegakan hukum terorisme dengan sandi Operasi Tinombala yang dilaksanakan secara sinergis oleh TNI-Polri," demikian dalam siaran pers Satgas Tinombala, Jumat (1/4/2016).

Satgas Tinombala menyatakan, seluruh hewan yang diburu dan dikosumsi Santoso dan kelompoknya adalah hewan endemik yang hanya hidup hutan Sulawesi Tengah.

Diduga Santoso kerap mendapat kiriman logistik melalui kurir yang tinggal di Kota Poso maupun Palu.

Kelompok Santoso pun diduga menjarah bahan makanan di kios-kios di perkampungan warga, memakan tanaman yang tumbuh di hutan berupa ujung rotan dan ujung batang pohon pinang, serta menjarah makanan milik warga yang disimpan di gubuk kebun serta tanaman.


Simak video di atas.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

ISIS Ancam Pendiri Facebook dan CEO Twitter

Written By Unknown on Saturday, February 27, 2016 | 5:25 AM


Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dan CEO Twitter Jack Dorsey diancam kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui rilis video terbarunya.

Video yang berdurasi 25 menit itu menampilkan seorang peretas ISIS mengklaim mereka tengah melawan upaya Facebook dan Twitter menghapus akun-akun yang mendukung terorisme.

Di dalam video yang muncul pada Rabu (24/2/2016) itu juga ditampilkan foto Zuckerberg dan Dorsey yang dipenuhi lubang bekas peluru.

Video itu diberi judul “Bara para pendukung” dan dirilis kelompok yang menamakan diri mereka “Putra tentara Kekalifahan”.

Pada akhir video muncul kalimat ancaman langsung terhadap Zuckerberg dan Dorsey.

“Kepada Mark dan Jack, pendiri Facebook dan Twitter dan untuk pemerintah mereka. Setiap hari kalian mengumumkan telah menutup banyak akun kami. Dan kami katakan, hanya itu yang bisa kalian lakukan?”

“Kalian bukan tandingan kami. Jika kalian tutup satu akun maka kami akan kembali dengan 10 akun. Dan segera nama kalian akan hilang setelah kami hapus situs ini.”

Di bagian lain video itu juga memperlihatkan aksi mereka meretas akun Facebook dan Twitter dengan mengganti foto profil dan langsung mengunggah propaganda ISIS.

ISIS mengklaim mereka sudah meretas lebih dari 10.000 akun Facebook, lebih dari 150 grup Facebook dan 5.000 profil Twitter.

Sementara itu, Twitter memastikan, sepanjang bulan ini telah menghapus lebih dari 125.000 akun yang berisi ancaman atau mempromosikan aksi terorisme.

Akun-akun yang dihapus itu terkait dengan aktivitas ISIS dan penutupan akun ini sudah dilakukan selama delapan bulan terakhir.

“Seperti banyak orang di dunia, kami juga takut dengan aksi kekejaman yang dilakukan kelompok ekstremis ini. Kami mengecam penggunaan Twitter untuk mempromosikan terorisme,” ujar seorang juru bicara Twitter.

Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Kapolri: Info Teroris Akan Racuni Polisi Pakai Sianida Didapat dari Informasi Intelijen

Written By Unknown on Tuesday, February 16, 2016 | 2:03 AM


JAKARTA -  Intitusi Polri mengingatkan seluruh jajarannya agar mewaspadai beragam aksi teror ke para anggota Polri.

Salah satunya yang perlu diwaspadainya yakni modus baru teror menggunakan bahan kimia, seperti racun sianida yang bisa dimasukkan ke dalam makanan atau minuman polisi di tempat umum.

Menurut Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, teror menggunakan sianida pernah terjadi pada 2011 lalu di Polsek Kemayoran Jakarta Pusat.

"‎Saya sudah instruksikan ke seluruh jajaran untuk selalu waspada dalam bertugas, jangan lupa gunakan body sistem. Body sistem itu satu orang menggunakan petugas ada satu yang mengawasi," tutur Kapolri, Senin (15/2/2016) malam, di Mabes Polri Jakarta.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini menambahkan adanya informasi soal kelompok teror menggunakan modus baru, yakni sianida diketahui dari informasi intelijen lalu diteruskan Kapolri ke para jajaran untuk diwaspadai.

"‎Itu tahu dari informasi intelijen, semua pasti berkembang," tegas Kapolri.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Sembunyikan Teroris Thamrin, Densus 88 Tangkap Dua Pria di Sumedang

Written By Unknown on Thursday, February 11, 2016 | 9:55 PM


JAKARTA -  Dua pria diamankan oleh Densus 88 dan Polres Sumedang, Kamis (11/2/2016) di jalan raya Subang, Jawa Barat.

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Agus Rianto membenarkan adanya penangkapan tersebut.
Saat ini kedua pria itu sudah dibawa Densus 88 untuk diperiksa lanjutan.

"‎Dua orang yang diamankan inisial I dan H, keduanya adalah DPO Densus 88. Mereka diamankan sore tadi pukul 15.00 WIB di Jl Raya Subang," kata Agus di Mabes Polri.

Agus melanjutkan peran I yakni terlibat dalam pelatihan militer di Aceh.

Sedangkan peran H yakni menyembunyikan tersangka Khumaidi alias Hamzah yang tergabung dalam kelompok teror Thamrin, yakni pelaku Dian yang tewas di peristiwa 14 Januari 2016 lalu itu.

"Keduanya baik H dan I juga diketahui aktif dalam gerakan Jamaah Ansharud Daulah (JAD)," kata Agus.

Untuk diketahui, JAD merupakan kelompok di Indonesia yang mendeklarasikan diri sebagai gerakan ‎mendukung Islamic State of Iraq And Syria (ISIS).

Bahkan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), As'ad Said Ali mengatakan berdasarkan informasi setidaknya ada empat kelompok yang bersatu dalam JAD, diantaranya Mujahidin Indonesia Timur, Mujahidin Indonesia Barat, Jamaah Islamiyan dan Al-Muhajirun.

‎Selain melakukan penangkapan, Densus 88 juga melakukan penggeledahan di rumah Dadang 
Saefudin (53) di Kampung Gajahdepa, Desa Galudra, Kecamatan Cimalaka, Sumedang.

Kapolres Sumedang AKBP M Nazly Harahap yang terlihat di lokasi menyebutkan pihaknya hanya membantu Densus 88 melakukan pengamanan saja.‎ Karena penggeledahan di lakukan di wilayah hukumnya.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Di Tas Ini Ada Bom, Sinilah Mati Sama-sama Kita

Written By Unknown on Monday, February 8, 2016 | 5:25 AM


SIANTAR - Slamet Koko menggemparkan kantor sebuah bank nasional di Pematangsiantar di Jalan Merdeka.

Ia mengaku datang  membawa bom dalam tasnya, Minggu malam (7/2/2016).

Satpam BCA yang bertugas saat insiden terjadi, Karim Rangkuti (24) mengatakan, kejadianya terjadi sekira pukul 19:30 wIB.

"Tadi dia itu mondar-mandir disini, trus dia minta masuk ke dalam kantor, dia bilang mau ganti buku tabungan, kami bilanglah ini bukan jam layanan," ujarnya.

"Habis itu kami tanya, apakah bawa ATM, dia bilang ngak ada. Trus kami suruh keluar dia, saat diluar dijatuhkanya tas di dekat ATM bank itu, dibilangnya ini ada bom, sinilah mati sama-sama kita," ujarnya.

Mendengar hal itu, ia mengatakan langsung menelpon polisi.

"Setelah itu kami langsung telepon polisi, langsung diamankan dia, dia melawan tadi waktu mau diamankan polisi," ujarnya.

Saat diperiksa polisi dalam Panic Room Polres Pematangsiantar, didalam tasnya tersebut tidak ditemukan alat peledak, yang ada hanya buku-buku dan kertas-kertas bertuliskan nama-nama perusahaan.

Dalam tas tersebut polisi Juga menemukan kartu pelajar bernama Slamet Koko dari SMA Teladan dan buku sebuah tabungan BCA.

Kepada polisi yang memeriksa ia mengaku bahwa dia tinggal di belakang Universitas Simalungun (USI) bersama keluarganya.

"Saya dibelakang USI tinggal sama kakak, dari kecil aku disana," ujarnya.

Polisi yang melakukan interogasi kepada Koko, Aiptu Darwis, menuturkan bahwa si Koko tersebut seperti ada keterbelakangan mental.

"Aneh-aneh dia bicara, gak jelas, apa yang kita tanya gak jelas dijawab apa, seperti ada kurang-kurangnya," katanya.

Saat coba berkomunikasi kepada Koko, ia ngomongnya ngelantur, namun saat diajak berhitung dan membaca dia sangat mahir.

Menurut Aiptu Darwis, mereka ada menemukan nomor telepon kelurga Slamet Koko, di dalam tasnya dan sudah menghubunginya.

"Sudah kita telpon tadi keluarganya, katanya mau datang menjemput," ujarnya.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Twitter Tutup 125.000 Akun Terkait Terorisme, Sebagian Besar Pendukung ISIS

Written By Unknown on Sunday, February 7, 2016 | 12:39 AM


Twitter meningkatkan perlawanan terhadap terorisme, dengan mengatakan telah membekukan 125.000 akun yang mengancam atau mempromosikan tindakan teroris, selama beberapa bulan terakhir ini.

Sebagian besar orang yang berada di balik akun itu berafiliasi atau mendukung ISIS.

Sebagian besar pemilik dari akun yang ditutup itu berafiliasi atau mendukung kelompok teror ISIS.

 Kelompok jihad menggunakan layanan media sosial populer seperti Twitter dan Facebook untuk menyebarkan propaganda, menarik dan melatih calon. ISIS juga telah menggunakan Twitter untuk merayakan serangan teroris dan memuat tentang eksekusi.

Pengumuman hari Jumat (5/2) adalah pertama kalinya bagi Twitter berbagi rincian dari akun-akun yang telah dihapus.

Twitter mengatakan, telah memperbesar timnya yang mengkaji laporan aktivitas teror di jaringan.

Perusahaan yang berkantor di San Francisco itu juga mengubah kebijakannya tahun lalu, dan menegaskan bahwa "mengancam atau mempromosikan terorisme” akan dianggap sebagai perilaku kejam dan melanggar ketentuan penggunaan akun Twitter.

Hingga sekarang, pornografi anak merupakan satu-satunya pelecehan yang secara otomatis mendapat peringatan untuk penggunanya di media sosial.

Gedung Putih hari Jumat mengatakan pengumuman Twitter itu "sangat disambut baik".


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Tukang Bakso Ini Menyesal Gabung ISIS di Suriah

Written By Unknown on Friday, January 29, 2016 | 10:44 AM


JAKARTA - Sebanyak 11 terdakwa kasus terorisme terkait simpatisan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menjalani sidang lanjutan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Kamis (28/1/2016).

Salah seorang terdakwa, Ahmad Junaidi menyampaikan penyesalan berangkat ke Suriah dan bergabung dengan ISIS. Ia menyesal karena merasa tertipu dengan tugas dan bayaran yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan. "Menyesal," kata Junaidi.

Menurut Junaidi, dirinya bisa berangkat ke Suriah dan bergabung dengan ISIS karena diajak dan dikoordinir oleh Abu Jandal pada 2013.

Ia mengaku kesehariannya menjual bakso keliling dan guru mengaji di Malang. Pada suatu ketika, ia mengaku bertemu dengan Abu Jandal di masjid Malang usai ceramah tentang kejadian di Suriah.

Diberitakan, Abu Jandal Al Yemeni Al Indunusi alias Salim Mubarok Attamimi sendiri masih berada di Suriah. Dia disebut-sebut salah seorang tokoh perekrut anggota ISIS di Indonesia dan diduga berperan dalam serangan bom di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016 lalu.

Junaidi mengaku pada pertemuan kedua, Abu Jandal menyampaikan tentang adanya khilafah di Suriah yang melaksanakan misi kemanusian atas penindasan yang dilakukan rezim Bashar Al Asad terhadap kelompok Sunni.

Saat itu, Junaidi mengaku dijanjikan bayaran yang lebih besar dari pendapatannya sebagai penjual bakso yang hanya Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per bulan. Bayaran itu untuk tugasnya menjadi guru mengaji ke orang-orang di Suriah yang belum bisa mengaji.

Akhirnya, pada Maret 2013, sebanyak 18 orang dipimpin oleh Abu Jandal ikut dalam pemberangkatan ke Suriah melalui Surabaya-Jakarta-Kualalumpur-Turki pada 21 Maret 2014.

Seluruh biaya keberangkatan ditanggung oleh Abu Jandal. Sementara urusan paspor ditangani oleh Helmi Aminudin.

Rombongan yang berangkat ke Suriah dipimpin oleh Abu Jandal itu di antaranya Helmi Aminudin, Abdul Hakim Munabari, Abdul Hakim, Muhammad Fachry alias Ustad Fachry alias Tuah Febriwansyah, dan Robby Risahputra.

Junaidi mengakui sebelum berangkat sempat menandatangani surat dari Abu Jandal tentang perjanjian bekerja.

Setiba di Suriah, rombongan 18 warga Indonesia dibagi oleh pimpinan setempat ke dalam tiga kelompok dengan tugas masing-masing di penapungan.

Kegiatan pertama mereka diajak latihan menembak dengan AK47 di Muaskar. Junaidi mengaku tidak tahu jika tempat tersebut merupakan lokasi penggemblengan dan pelatihan ISIS.

Junaidi membenarkan beberapa foto yang ditunjukkan oleh jaksa adalah dirinya. Foto-foto tersebut memperlihatkan dia tengah mengangkat senjata api AK47 di camp pelatihan. "Beli hp di sana, seharga 150 Dolar. Uangnya lupa dari mana. Tapi, sebelum bagi tugas dikasih uang 200 Dolar oleh orang sana," terangnya.

Setelah latihan menembak, Junaidi mengaku ditempatkan di Hariri sebagai tukang masak di siang hari dan jaga camp malam hari. Ia juga dibekali senjata dan teropong dalam kegiatan tersebut.

"Kalau masak kok bawa senjata?" tanya jaksa.

"Itu memang diminta uintuk selfie saja," jawab Junaidi.

Junaidi mengaku hanya enam berada di Suriah hingga akhirnya mencari jalan kembali ke Indonesia.

Ia keluar dari kelompok tersebut karena tugas dan bayaran tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh Abu Jandal.

Selam di sana, selain latihan menembak dan memasak, Junaidi mengaku mengajar mengaji ke sejumlah orang-orang Suriah. "Betul di sana banyak yang belum bisa mengaji. Bahasa Arab mereka memang beda dengan bahasa Arab di Al quran," kata dia.

Ia mengaku menyesal berangkat ke Suriah karena tugas dan bayaran tidak sesuai dengan yang dijanjikan. "Saya dapat cuma Rp600 ribu sebulan. Tidak ada uang yang dikirim ke keluarga. Sampai saat ini nggak ada yang bantu keluarga saya," ujarnya.

Kalau ditawari bayaran mahal masih mau ke sana? Nggak pak nggak akan
Iklim ya juga begitu.

Diberitakan, Ahmad Junaidi dan 10 orang lainnya ditangkap tim Densus 88 Polri pada Maret 2015.

Sepuluh terdakwa lainnya yang menjalani persidangan di PN Jakbar adalah Muhammad Amin alias Abu Ahmad, Koswara alias Abu Hanifah, Tuah Febriwansyah Alias Muhammad Fachry, Helmi Muhammad Alamudi alias Abu Royan, Ridwan Sungkar alias Ewok, Aprimul Henry alias Mulbin Arifin, Abdul Hakim alias Abu Imad, Muhammad Basri alias Abu Saif, Robby Rissa Putera alias Abus Wahab, dan Daeng Stanza alias Abu Ishaq.

Sebelas orang itu ditangkap dengan tuduhan diduga telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan berperan membantu pemberangkatan ke Suriah.

Keseharian Junaidi sendiri sebelum berangkat ke Suriah adalah menjual bakso keliling di Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur.

Junaidi oleh jaksa didakwa melanggar Pasal 15 Juncto Pasal 7a Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan terancam 15 tahun penjara.

Pasal 15 mengatur tentang permufakatan jahat, percobaan, atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Penasihat hukum Junaidi, Asludin menyampaikan kliennya tidak bersalah dan tidak ada tindak pidana terorisme yang dilakukan sebagaimana didakwa oleh jaksa. Sebab, keberangkatan Junaidi ke Suriah dilakukan sebelum adanya pendeklarasian organisasi ISIS di Suriah pada 2014.

"ISIS ini sejarahnya dideklarasikan pada 2014. Sedangkan sebagian besar dari mereka berangkat pada 2013, saat itu ISI belum ada. Yang ada bahwa saat itu ada khilafah. Jadi, mereka berangkat ke sana untuk khilafah itu," ujarnya.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Tukang Bakso Ini Menyesal Gabung ISIS di Suriah


JAKARTA - Sebanyak 11 terdakwa kasus terorisme terkait simpatisan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menjalani sidang lanjutan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Kamis (28/1/2016).

Salah seorang terdakwa, Ahmad Junaidi menyampaikan penyesalan berangkat ke Suriah dan bergabung dengan ISIS. Ia menyesal karena merasa tertipu dengan tugas dan bayaran yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan. "Menyesal," kata Junaidi.

Menurut Junaidi, dirinya bisa berangkat ke Suriah dan bergabung dengan ISIS karena diajak dan dikoordinir oleh Abu Jandal pada 2013.

Ia mengaku kesehariannya menjual bakso keliling dan guru mengaji di Malang. Pada suatu ketika, ia mengaku bertemu dengan Abu Jandal di masjid Malang usai ceramah tentang kejadian di Suriah.

Diberitakan, Abu Jandal Al Yemeni Al Indunusi alias Salim Mubarok Attamimi sendiri masih berada di Suriah. Dia disebut-sebut salah seorang tokoh perekrut anggota ISIS di Indonesia dan diduga berperan dalam serangan bom di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016 lalu.

Junaidi mengaku pada pertemuan kedua, Abu Jandal menyampaikan tentang adanya khilafah di Suriah yang melaksanakan misi kemanusian atas penindasan yang dilakukan rezim Bashar Al Asad terhadap kelompok Sunni.

Saat itu, Junaidi mengaku dijanjikan bayaran yang lebih besar dari pendapatannya sebagai penjual bakso yang hanya Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per bulan. Bayaran itu untuk tugasnya menjadi guru mengaji ke orang-orang di Suriah yang belum bisa mengaji.

Akhirnya, pada Maret 2013, sebanyak 18 orang dipimpin oleh Abu Jandal ikut dalam pemberangkatan ke Suriah melalui Surabaya-Jakarta-Kualalumpur-Turki pada 21 Maret 2014.

Seluruh biaya keberangkatan ditanggung oleh Abu Jandal. Sementara urusan paspor ditangani oleh Helmi Aminudin.

Rombongan yang berangkat ke Suriah dipimpin oleh Abu Jandal itu di antaranya Helmi Aminudin, Abdul Hakim Munabari, Abdul Hakim, Muhammad Fachry alias Ustad Fachry alias Tuah Febriwansyah, dan Robby Risahputra.

Junaidi mengakui sebelum berangkat sempat menandatangani surat dari Abu Jandal tentang perjanjian bekerja.

Setiba di Suriah, rombongan 18 warga Indonesia dibagi oleh pimpinan setempat ke dalam tiga kelompok dengan tugas masing-masing di penapungan.

Kegiatan pertama mereka diajak latihan menembak dengan AK47 di Muaskar. Junaidi mengaku tidak tahu jika tempat tersebut merupakan lokasi penggemblengan dan pelatihan ISIS.

Junaidi membenarkan beberapa foto yang ditunjukkan oleh jaksa adalah dirinya. Foto-foto tersebut memperlihatkan dia tengah mengangkat senjata api AK47 di camp pelatihan. "Beli hp di sana, seharga 150 Dolar. Uangnya lupa dari mana. Tapi, sebelum bagi tugas dikasih uang 200 Dolar oleh orang sana," terangnya.

Setelah latihan menembak, Junaidi mengaku ditempatkan di Hariri sebagai tukang masak di siang hari dan jaga camp malam hari. Ia juga dibekali senjata dan teropong dalam kegiatan tersebut.

"Kalau masak kok bawa senjata?" tanya jaksa.

"Itu memang diminta uintuk selfie saja," jawab Junaidi.

Junaidi mengaku hanya enam berada di Suriah hingga akhirnya mencari jalan kembali ke Indonesia.

Ia keluar dari kelompok tersebut karena tugas dan bayaran tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh Abu Jandal.

Selam di sana, selain latihan menembak dan memasak, Junaidi mengaku mengajar mengaji ke sejumlah orang-orang Suriah. "Betul di sana banyak yang belum bisa mengaji. Bahasa Arab mereka memang beda dengan bahasa Arab di Al quran," kata dia.

Ia mengaku menyesal berangkat ke Suriah karena tugas dan bayaran tidak sesuai dengan yang dijanjikan. "Saya dapat cuma Rp600 ribu sebulan. Tidak ada uang yang dikirim ke keluarga. Sampai saat ini nggak ada yang bantu keluarga saya," ujarnya.

Kalau ditawari bayaran mahal masih mau ke sana? Nggak pak nggak akan
Iklim ya juga begitu.

Diberitakan, Ahmad Junaidi dan 10 orang lainnya ditangkap tim Densus 88 Polri pada Maret 2015.

Sepuluh terdakwa lainnya yang menjalani persidangan di PN Jakbar adalah Muhammad Amin alias Abu Ahmad, Koswara alias Abu Hanifah, Tuah Febriwansyah Alias Muhammad Fachry, Helmi Muhammad Alamudi alias Abu Royan, Ridwan Sungkar alias Ewok, Aprimul Henry alias Mulbin Arifin, Abdul Hakim alias Abu Imad, Muhammad Basri alias Abu Saif, Robby Rissa Putera alias Abus Wahab, dan Daeng Stanza alias Abu Ishaq.

Sebelas orang itu ditangkap dengan tuduhan diduga telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan berperan membantu pemberangkatan ke Suriah.

Keseharian Junaidi sendiri sebelum berangkat ke Suriah adalah menjual bakso keliling di Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur.

Junaidi oleh jaksa didakwa melanggar Pasal 15 Juncto Pasal 7a Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan terancam 15 tahun penjara.

Pasal 15 mengatur tentang permufakatan jahat, percobaan, atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Penasihat hukum Junaidi, Asludin menyampaikan kliennya tidak bersalah dan tidak ada tindak pidana terorisme yang dilakukan sebagaimana didakwa oleh jaksa. Sebab, keberangkatan Junaidi ke Suriah dilakukan sebelum adanya pendeklarasian organisasi ISIS di Suriah pada 2014.

"ISIS ini sejarahnya dideklarasikan pada 2014. Sedangkan sebagian besar dari mereka berangkat pada 2013, saat itu ISI belum ada. Yang ada bahwa saat itu ada khilafah. Jadi, mereka berangkat ke sana untuk khilafah itu," ujarnya.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Lisa Diblacklist Lion Group Karena Bercanda Bawa Bom

Written By Unknown on Sunday, January 24, 2016 | 8:00 AM


BANDA ACEH  –  Manajemen Lion Group resmi memblacklist (daftar hitam) terhadap Lisa, warga Kampung Belakang, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.
Lisa didaftar hitamkan oleh Lion Group se-Indonesia, setelah dirinya bercanda menitipkan bom kepada seorang petugas keamanan bandara di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh, pada Jumat (22/1/2016) siang, saat hendak menumpangi pesawat Wings Air dengan tujuan Medan, Sumatera Utara.
Akibat ulahnya ini, Lisa terpaksa berurusan dengan aparat keamanan yang bertugas di bandara setempat serta aparat kepolisian, guna mengamankan pelaku ke Mapolres Nagan Raya.
Seluruh barang bawaannya juga digeledah petugas guna memastikan apakah pelaku membawa barang berbahaya atau tidak.
"Sanksi yang diberikan terhadap Lisa oleh Lion Air yakni melarang (blacklist) Lisa untuk tidak boleh terbang selama satu tahun ke depan menggunakan seluruh maskapai di Lion Group," kata Andi Siswanto selaku Branch Manager Wings Air Meulaboh kepada Serambinews.com, Sabtu (23/1/2016) siang di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya.
Seminggu sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Aceh Besar, tepatnya  pada Jumat (15/1/2015).
Adalah Muhammad Study (42), warga Aceh Singkil yang bercanda membawa bom ke dalam pesawat. Saat itu ia bercanda dengan mengatakan “mbak bom saya ini taruh di mana”. Candaannya didengar pramugari dan segera dilapor ke kapten pilot.
Karena ulahnya saat itu, pesawat yang hendak terbang ke Jakarta pada pukul 16.30 WIB terpaksa ditunda hingga malam hari.
Ulah Muhammad Study juga mendapat hukuman yang sama, ia diblacklist oleh semua maskapai yang tergabung dalam Lion Group.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Ada Dua Bahrun Asal Indonesia yang Jadi Petinggi ISIS

Written By Unknown on Saturday, January 23, 2016 | 11:12 AM


JAKARTA - Beberapa waktu lalu,Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyebut ada tiga WNI yang menjadi pimpinan ISIS di Suriah. Ketiga tokoh itu yakni Abu Jandal, Bahrun Syah dan Bahrun Naim.

"Abu Jandal, Bahrun Syah dan Bahrun Naim itu tiga WNI yang punya peran penting di Suriah," kata Badrodin, Jumat (22/1/2016) malam di Mabes Polri.

Jenderal bintang empat ini membeberkan peran mereka, untuk Bahrun Syah di Siriah ia adalah leader atau pimpinan serta yang mengirimkan dana untuk membeli senjata ke Indonesia.

"Bahrun Syah, dia leader di sana, sayap militer. Ini yang kirim dana ke kelompok dua (penyedia senjata) ke Indonesia," ungkap Badrodin.

Lalu ‎Bahrun Naim menurut Badrodin ialah orang yang ahli IT dan sangat jago dalam berpropaganda. Bahkan berdasarkan patroli Cyber Crime Mabes Polri, hampir setiap hari Bahrun Naim melakukan propaganda.

Lantaran ahli dalam bidang IT, Bahrun Naim ‎sangat aktif dalam berkomunikasi dengan jaringan mereka di Indonesia, termasuk untuk urusan pemasok senjata.

"Dia (Bahrun Naim) memahami betul IT. Ini yang aktif di dalam memberikan komunikasi dengan jaringan di Indonesia," tambahnya.

‎Untuk diketahui, ‎sekilas soal Bahrun Naim, ia sempat ditangkap atas kasus teror ketika kedatangan Presiden AS, Obama ke Indonesia pada 2010 silam. Kala itu dari tangannya didapati ratusan peluru. Atas aksinya ia dihukum dua tahun enam bulan penjara.

Lalu tahun 2013 Bahrun Naim ke Siriah. Dan berdasarkan orang-orang yang diwawancara oleh Polri usai kembali dari Siriah mereka membenarkan memang Bahrun Naim yang koordinir ISIS di Indonesia.

Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

'Situasi Luar Biasa', Gaji Anggota ISIS Dipotong 50 Persen

Written By Unknown on Wednesday, January 20, 2016 | 11:13 AM


Para anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengalami pemotongan gaji sebesar 50 persen.

Pemotongan itu dilakukan karena "situasi yang luar biasa". Namun, tidak dijelaskan secara mendetail situasi yang dimaksud.

Pemotongan gaji itu tercantum dalam sebuah dokumen yang diterbitkan "Menteri Keuangan" ISIS yang berkantor di benteng pertahanan ISIS di Raqqa, Suriah, bulan lalu.

Dokumen yang diterjemahkan seorang peneliti dari Forum Timur Tengah, Aymen Jawad al-Tamimi, menyebutkan, berdasarkan beberapa refleksi dari Quran dan potongan pendek tentang "jihad harta" dan "jihad jiwa", Menteri Keuangan ISIS Abu Muhammad al-Muhajir memutuskan memotong gaji militan ISIS sebesar 50 persen.

"Dengan pertimbangan keadaan luar biasa yang dihadapi ISIS, diputuskan untuk memotong separuh gaji yang dibayarkan kepada semua mujahidin. Tidak ada pengecualian bagi siapa pun dari keputusan ini, apa pun posisinya," demikian salah satu klausul dalam dokumen tersebut.

Dokumen tersebut juga menekankan bahwa ketentuan itu akan didistribusikan sebagaimana biasanya, dua kali dalam sebulan.

Istilah "situasi luar biasa" itu tidak jelas. Namun, segera setelah dokumen itu muncul, Pentagon menyatakan bahwa serangan udara terhadap ISIS selama 19 bulan akhirnya mulai menghancurkan keuangan kelompok teroris tersebut.

Pada 11 Januari lalu, Departemen Pertahanan AS menyebarkan video yang menunjukkan serangan udara koalisi menghancurkan gudang uang milik ISIS di Mosul, utara Irak.

Kepala Komando Pusat AS Jenderal Lloyd Austin kepada CNN, Jumat lalu, mengatakan, kampanye itu adalah "sebuah serangan tepat" yang menghanguskan uang jutaan dollar milik ISIS.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Kena Dua Tembakan Teroris, Aiptu Budiono Hanya Bisa Komunikasi Lewat Kedipan Mata

Written By Unknown on Tuesday, January 19, 2016 | 9:22 AM


JAKARTA - Dua tembakan jarak dekat dari pelaku teror kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Kamis (14/1/2016) lalu, sempat membuat anggota Provost Polres Jakarta Pusat, Aiptu Budiono mengalami koma atau kritis di RSPAD Gatot Soebroto.

Bahkan, hingga Senin (18/1/2016) petang ia masih terbaring di ruang IGD dengan sejumlah alat medis terpasang di tubuhnya.

Sejumlah rekan Provost dan pejabat polres, polda dan Polri telah membesuknya. Namun, ia belum bisa berbicara. Ia hanya bisa berkomunikasi lewat kedipan mata.

"Saya sudah besuk dia. Pak Budi sudah siuman, tapi belum bisa bicara. Dia bicaranya hanya bisa bahasa tubuh, lewat kedipan mata saja. Misal ditanya haus tidak, jawabnya lewat kedipan matanya," ujar Wakil Kasat Polres Jakpus, Kompol Lilik K.

Menurutnya, saat ini kegiatan makan dan minum Budi masih melalui selang yang terpasang di mulutnya. Namun, kedua bola mata Budi sudah mulai berbinar dan tidak sayu lagi seperti sebelumnya.

"Kata dokter, dua peluru yang tembus itu kena paru-paru dan ususnya. Selang juga masih nempel di mulut dan tangannya. Saya mohon doanya saja supaya dia terus membaik. Mudah-mudahan nanti kalau terus membaik selangnya bisa dilepas," jelasnya.

Menurut Lilik, saat kejadian Budiono tengah mengawal Kapolres Jakpus Kombes Hendro Pandowo yang memimpin pengamanan kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla di wilayah Kemayoran.

Keduanya meluncur ke lokasi setelah mendapatkan laporan adanya ledakan di kawasan Sarinah.

"Saya sebelum ke TKP sedang pengamanan unjuk rasa di depan DPRD. Setelah ada informasi ledakan, saya ke Sarinah. Saat di lokasi, Pak Budiono mendampingi Pak Kapolres," ujarnya.

Saat itu, Hendro dengan kawalan Budiono tiba di bagian belakang Plaza Sarinah. Lilik dan Hendro selaku Kapolres sempat melangkah mendekati tengah Jalan MH Thamrin atau titik lokasi ledakan dan baku tembak.

Namun, saat itu keduanya dicegah oleh sejumlah anggota yang berjaga. Lantas keduanya bertahan di sebuah gang belakang Gedung Sarinah.

"Dilarang karena saat itu masih ada baku tembak," jelasnya.

Setelah ledakan pertama di Starbucks Coffee dan ledakan kedua di pospol, pelaku muncul dari kerumunan warga dan menembak beberapa anggota polisi.

Saat itu, keadaan mencekam. Sejumlah anggota Brimob dengan senjata laras panjang berusaha menyerbu dari sisi belakang Starbucks Coffee.

Sejumlah perwira Polda Metro Jaya dengan kaos biru dan celana krem mulai berusaha merangsek masuk ke area parkir Starbucks Coffee dengan sesekali membalas tembakan dan lemparan peledak dari pelaku.

Tanpa diketahui Lilik dan Hendro, rupanya Budiono telah mendekat ke tepi jalan atau depan Starbucks Coffee untuk menyelamatkan rekan sesama anggota Polri yang terkapar terkena tembakan pelaku.

Nahas, justru saat itu pula Budiono menjadi sasaran empuk dari pelaku. Dia ditembak dua kali dari jarak dekat oleh pelaku.

"Yah seperti video yang ada di tv-tv. Si pelaku santai nembak Budi dua kali dari jarak dekat," ujarnya.

Lilik menambahkan, selain Aiptu Budiono ada seorang anggota Lantas Polsek Menteng yang menjadi korban penembakan pelaku dan masih dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, yakni Aiptu Dodi Maryadi.
"Kalau Dodi kena tembak di perut. Dia itu anggota saya. Dia sudah membaik. Malah sudah bisa ngobrol dan jalan ke kamar mandi. Kalau Dodi tinggal menunggu luka bekas operasinya mengering," kata Lilik.

Saat kejadian, lanjut Lilik, Aiptu Dodi Maryadi tengah mengendarai mobil vorijdeer. Namun, tiba-tiba dia ditembak oleh pelaku dari samping dan mengenai perutnya.

"Pelurunya nyangkut di dalam perutnya," ujarnya.

Anggota Satlantas Polresta Jakarta Pusat, Bripka Nyoman, juga mengutarakan yang sama.

"Saya menengok Pak Dodi baru saja. Beliau dirawat di lantai 6. Dia sudah bisa ngobrol dan bercanda.

Tadi ngobrol kesana-kemari dan bercanda supaya dia bisa santai dan tahu kalau kita-kita dukung biar semangat dan cepet sembuh. Tadi Pak Dodi sudah bisa tertawa juga sesekali. Pak Dodi didampingi istri," kata Nyoman.

Menurutnya, Dodi menjadi sasaran tembak pelaku saat berusaha mengevakuasi anggota lainnya yang tertembak.

"Pak Dodi korban luka tembak. Dia mulanya diperintahkan untuk bantu nolongin evakuasi Pak Deni. Dia naik mobil, tapi kena ditembak sama pelaku," ujarnya.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Bahrun Naim, Istri dan Anaknya Ada di Suriah dan Tak Akan Kembali ke RI

Written By Unknown on Saturday, January 16, 2016 | 1:48 PM


Jakarta - Bahrun Naim, istri, dan anaknya sudah ada di Suriah. Dia tak akan kembali ke Indonesia. Bahrun disebut sebagai dalang serangan bom Thamrin.

"Dia di suriah, dengan istri dan dua anaknya dia nggak akan balik," jelas Pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Sabtu (16/1/2016).

Harits menyampaikan, secara dia pribadi punya hubungan secara emosional dengan Bahrun. "Saya yang mengadvokasi ketika di Solo," terangnya.

Pada 2010, Bahrun ditangkap Densus 88 karena menyimpan ratusan amunisi. Setelah divonis 2 tahun 6 bulan dan bebas, dia pergi ke Suriah bersama istrinya.

Bahrun yang Harits kenal memiliki kemampuan leadership dan pintar. Bahrun memiliki keahlian merakit bom dan juga merekrut serta meyakinkan seseorang akan ISIS.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Pelaku Teror di Sarinah Sempat Peluk Warga untuk Ikut Diledakkan


HarianLuwak, JAKARTA - Salah seorang pelaku bom bunuh diri Starbucks Coffee, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sempat memeluk seorang warga ketika hendak meledakkan dirinya pada Kamis (14/1/2016).

"Saksi dipeluk oleh pelaku. Mungkin tujuannya mau diledakkan. Tapi warga itu loncat dan mengelak," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal di Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Saksi atas nama A tersebut berhasil mengelak dengan meloncat sehingga ia terhindar dari peristiwa bom bunuh diri tersebut.

"Sudah diperiksa bahwa saksi tersebut masih hidup dan dirawat," tambah Iqbal. Namun ia tak menjelaskan di mana keberadaan A kini.

Seperti diberitakan, dalam serangan teror di kawasan Sarinah pada Kamis lalu, lima terduga teroris tewas. Satu orang meledakkan diri di Starbucks Coffee, dua orang melakukan bom bunuh diri di pos polantas Thamrin, dan dua orang lagi tewas dalam baku tembak.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Ini Dia Tampang Bahrun Naim, Sosok yang Disebut Polisi Terlibat Bom Thamrin

Written By Unknown on Friday, January 15, 2016 | 10:25 AM


Solo - Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim alias Naim disebut-sebut berada di balik aksi teror bom dan penembakan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) kemarin. Saat ini, keberadaan pria ini tak diketahui.

Foto di atas diambil di Mapolres Sukoharjo pada tahun 2015 lalu. Saat itu, Sugiran dan istri melapor ke polisi bahwa anaknya, Siti Lestari, menghilang bersama seseorang yang diduga Bahrun Naim. Siti Lestari merupakan mahasiswi UMS Sukoharjo dan hilang sejak Maret 2015.

Naim pernah menemui keluarga Siti. Dia diperkenalkan sebagai calon suami. Keluarga tidak setuju. Alasannya, Naim sudah beristri dan memiliki anak.

Hingga saat ini, keberadaan Siti Lestari misterius. "Kami dengar Bahrun Naim sudah di Suriah," kata Sugiran saat itu.

Naim pernah ditangkap Densus 88/Anti-Teror terkait kepemilikan ratusan butir amunisi ilegal. Dia divonis 2,5 tahun oleh hakim PN Surakarta pada 9 Juni 2011. Setelah bebas dari penjara, Naim kembali berkiprah dan bergabung dengan kelompok ISIS. Namanya sering muncul dalam pemberitaan hampir setiap kali ada WNI yang diketahui bergabung sebagai simpatisan ISIS.

Nama Naim kemudian sering dikaitkan dengan klaim dukungan Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso Abu Wardah yang menyatakan dukungan kepada ISIS. Naim disebut sebagai penghubung utama MIT yang bermarkas di Sulawesi dengan ISIS di Timur Tengah.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan teror bom di Thamrin diotaki Bahrun Naim. Naim ingin menjadi leader ISIS di Asia Tenggara dan bersaing dengan kelompok radikal Filipina. Untuk menunjukkan eksistensi, Naim dan kelompoknya bergerak.

"Bahrun Naim ingin mendirikan Khatibah Nusantara, salah satu sel ISIS di Asia Tenggara. Kelompoknya sudah kita ketahui dan sedang dilakukan pengejaran," kata Tito memberikan keterangan pers bersama Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Seskab Pramono Anung, di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Bahrun Naim Mengaku Ada di Suriah, Berjanji Setia ke Abu Bakar Al Baghdady


JAKARTA -  Nama Bahrun Naim mendadak tenar hari ini sejak pihak kepolisian melalui Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menyebut ia sebagai otak pengendali aksi teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.

Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo begitu nama lengkapnya merupakan pria lulusan Universitas Negeri Solo dengan spesialisasi Teknik Informatika.

Belum diketahui dimana keberadaan Bahrun Naim saat ini.

Namun berdasarkan penelusuran Tribunnews di situs Bahrunnaim.co, sosok yang akrab dipanggil Abu Rayyan atau Abu Aisyah ini mengaku sedang berada di Suriah.

Keberadaannya itu ia sebutkan di sebuah artikel bertajuk 'Sepenggal Nasihat Buat Penonton dan Komentator'.

Bahrun Naim menjawab beberapa komentar dari para pembaca situs miliknya ketika ditanya sedang dimana ia berada.

Berikut percakapannya yang terjadi sekitar 19 November 2015:

Diky Muhaimin: admin pernah ke Suriah? admin pernah melihat perilaku dan tindakan yg dilakukan oleh al-bagdady dkk-nya?atau kalau tidak pernah ke Suriah, admin pernah dapat berita langsung dari orang Indonesia yang terjun langsung ke suriah tentang perilaku dais?

Bahrun Naim: Saya di Suriah, di wilayah Daulah Islamiyah dan berbaiat kepada Syaikh Abu Bakar Al Baghdady. Tau betul bgmn fitnah kepada Daulah Islam.

Andika Baitulrahman: bagaimana caranya dulu hijrah ke syam akhy ? skrg ketat penjagaannya buat org org yg ke timur tengah.. diawasi bner,,

Bahrun Naim: hadits hadits akhir zaman memang menceritakan bahwa hijrah tidak mudah. Semoga banyak yg dimudahkan Allah, meski merangkak diatas salju.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Bahrun Naim 'Otak Serangan Teror Sarinah' Pernah Terima Ratusan Amunisi dari Anak Buah Noordin M Top


JAKARTA- Nama Bahrun Naim disebut menjadi otak dibalik serangan teroris di Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2015).

Bahrun sebetulnya pernah ditangkap pihak kepolisian di Kampung Mertrodanan RT 02/03 Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah pada 9 November 2010.

Saat dicokok Densus 88 Antiteror saat itu, Bahrun dikenal berprofesi sebagai teknisi komputer dan internet.

Pada saat penangkapan dari rumah kontrakan Bahrun saat itu diamankan dua kotak amunisi jenis peluru AK 349, enam CPU, sarung senjata api, satu laptop, sejumlah keping CD, serta buku-buku.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 7/Pid.Sus/2011/PN.Ska dijelaskan bila Bahrun menyimpan 533 butir peluru senjata api laras panjang.

Ditemukan juga satu kantong plsatik putih berisi 32 butir peluru kaleber 9 mm.
Peluru tersebut disimpan Bahrun dalam tas ransel.

Masih dalam keputusan Mahkamah Agung, dijelaskan juga tentang asal-usul amunisi senjata api tersebut.

Ia mendapatkan ratusan amunisi dari Purnama Putra alias Ipung alias Uus alias Tikus alias Usman alias Usamah pada 2004 silam.

Usamah merupakan terpidana kasus tindak pidana terorisme karena sudah menyembunyikan dan membantu DPO tindak pidana terorisme Noordin M Top.

Usamah memberikan ratusan amunisi tersebut kepada Naim satu minggu sebelum ditangkap kepolisian pada 2004 lalu.

Selain itu, Naim pun pernah menerima rangkaian bom yang ditinggalkan Usamah di rumahnya.
tetapi rangkaian bom tersebut sudah dibuang Naim di Sungai Bengawan Solo.

2010 silam, pemilik nama lengkap Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo baru berusia 27 tahun.

Atas perbuatannya saat itu, Bahrun divonis 2 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Surakarta.

Berdasarkan Barun Naim alias Abu Rayyan alias Abu Aisyah diputus bersalah melakukan tindak pidana menyimpan amunisi sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (1) undang Undang Darurat RI Nomor 12 tahun 1951.

Setelah menjalani masa tahanan, nama Bahrun Naim kembali mencuat.

Bahrun disebut-sebut melarikan mahasiswi Fakultas Farmasi semester akhir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bernama Sri Lestari (23) atau akrab disapa Riri.

Barun disebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian pernah berangkat ke Suriah dan bergabung dengan ISIS di Raqqa.

Setelah itu, ia berniat mendirikan Khatibah Nusantara yang beroperasi di wilayah Asia Tenggara.

"Dia ingin rancang serangan di Indonesia, supaya dikatakan pemimpin," ucap Tito di Istana Negara, Kamis (14/1/2016).

Selain itu, ia pun aktif berkomunikasi dengan pimpinan teroris Poso yang kini masih menjadi buruan polisi bernama Santoso.

"Dia ada hubungannya dengan kelompok ISIS yang lain. Itu kelompoknya Santoso," ujar Tito.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Dunia kutuk serangan teroris di Jakarta


Berbagai negara mengatakan serangan di Jakarta yang menewaskan tujuh orang, lima di antara mereka adalah pelaku, tidak akan mengintimidasi mereka untuk memerangi terorisme.

Pernyataan itu antara lain disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

"Aksi-aksi teror ini tidak akan mengintimidasi bangsa-bangsa untuk memberikan perlindungan kepada warga negara mereka dan terus menyediakan kesempatan nyata, pendidikan, lapangan kerja kemungkinan-kemungkinan jangka untuk masa depan," kata John Kerry.

"Tak ada yang didapat dari aksi teror kecuali kematian," tambahnya di sela-sela pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir di London, Kamis (14/01).

Al-Jubeir juga mengecam serangan di Jakarta yang menewaskan dua warga sipil dan lima pelaku.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) sudah mengaku berada di balik aksi itu.

"Apapun yang terjadi, ini seharusnya memperteguh tekad kita untuk bekerja sama secara efektif guna memerangi momok terorisme."

Lewat Menteri Luar Negeri Philip Hammond, Inggris mengecam keras serangan teroris di ibu kota Indonesia.

"Inggris benar-benar mengecam aksi kekerasan tolol ini," katanya.

Kementerian Luar Negeri Inggris meminta warga negaranya untuk tetap waspada bila berada di Indonesia menyusul serangan ini.

Kementerian Luar Negeri Filipina menyampaikan pernyataan bahwa, "Kami menunjukkan solidaritas kepada saudara-saudara kami di Indonesia atas tragedi ini."


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

Inilah Tiga Kelompok yang Dicurigai Sebagai Pelaku Teror Bom Sarinah


JAKARTA - Lima pelaku teror bom Sarinah, Kamis (14/1/2016) dipastikan tewas di lokasi kejadian.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan para pelaku meninggal dalam aksi baku tembak di starbucks dan pelaku yang lain tewas di sekitar pos polisi Jalan MH Thamrin Jakarta.
"Pelaku kita lumpuhkan dan meninggal di tempat kejadian. Pelaku ada lima, kelimanya meninggal," tutur Anton di mabes Polri, Kamis (14/1/2015).
Lantas siapakah 5 pelaku yang menebar teror di ibu kota? 
(Baca juga: Analisis Dynno Chressbon Mengenai Mengapa dan Siapa di Balik Bom Jakarta)
Setidaknya ada tiga kelompok yang berbeda-beda dicurigai terlibat dalam aksi teror di Jakarta.

1. Wakapolri Sebut Konser Kelompok Abu Jundi


Kepala BIN Sutiyoso, Wakapolri Komjen Pol. Budi Gunawan, dan Kapolda Irjen Pol. Tito Karnavian melakukan pengecekan usai peledakan bom di pos polisi Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Wakil Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Polisi, Budi Gunawan mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi mengenai pelaku terorisme di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.

Dikatakan Budi, sebelum peristiwa teror terjadi di wilayah jalan MH Thamrin, pihaknya mendapatkan sebuah komunikasi antara kelompok bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan kelompok teroris Solo jaringan Abu Jundi.
"Dari deteksi kita, memang ada komunikasi antara kelompok Syiriah (ISIS) dangan Abu Jundi kelompok Solo. Kelompok Solo ini membuat persiapan dengan sel-selnya untuk membuat konser bom yang harusnya dilancarkan pada malam tahun baru," kata Budi di kawasan Sarinah, Kamis (14/1/2016).
Budi menuturkan, ‎dengan sudah diketahuinya rencana aksi teroris jaringan Solo, pihaknya pun meningkatkan kewaspadaan.
Dirinya mengatakan, pihaknya bisa melumpuhkan aksi ini seluruhnya.
"‎Kita sudah antisipasi, mereka baru kali ini mereka laksanakan. Tapi Sebetulnya pergerakan kelompok ini sudah bisa kita pantau dari awal, terbukti hari ini bisa kita lumpuhkan seluruhnya," katanya.

2. Bahrum Naim Ingin Dirikan Kathibah Nusantara


Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengungkapkan pelaku teror bom dan penembakan di Sarinah merupakan kelompok yang berafiliasi dengan jaringan ISIS di Asia Tenggara.
"Jaringan pelaku yang berhubungan dengan kelompok ISIS di Raqa," ujar Tito saat menggelar jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Tito menjelaskan, motif dari penyerangan siang tadi karena adanya persaingan merebutkan kekuasaan untuk menguasai jaringan ISIS di Asia Tenggara.
"Jadi Bahrum Naim yang ingin dirikan Kathibah Nusantara di Indonesia. Dia mau jadi leader ISIS di Asia Tenggara. Ada upaya rivalitas, untuk menjadi pemimpin, di Filipina sudah mendeklare dan mereka bersaing ingin menjadi leadership dan Bachrum Naim lancarkan serangan," kata Tito.
Tito mengungkapkan adanya perubahan strategi serangan di internal ISIS, yakni tidak saja melakukan operasi di Siria dan Irak.
"Kemudian amirnya, Abubakar Bagdadhi untuk lakukan operasi di luar Siria dan Irak lalu buat cabang di dunia, seperti di Eropa, Perancis, Afrika Utara, Turki dan Asia Tenggara. Sel-selnya sudah ada di thailand, Filipina, Malaysia, Indonesia dan lain-lain," kata Tito.

3. Kelompok Teroris Santoso di Poso


Petugas melakukan penjagaan saat ledakan bom di pos polisi Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Dari Yogyakarta, politikus Demokrat, Ruhut Sitompul, menduga ada keterkaitan kelompok Santoso yang beroperasi di Poso dengan teror di Sarinah.
Ruhut meminta semua pihak mendukung kepolisian.
"Kita semua harus bersatu bangkit mendukung aparat keamanan kita, saya ikut berduka cita mudah-mudahan tidak ada korban lagi," ujar Ruhut saat ditemui Tribun Jogja di Kampus UGM Yogyakarta, Kamis (14/1/2016).
"Saya mohon siapapun polisi harus kita dukung jangan dikritisi saja," imbuh Ruhut.
Ruhut berharap polisi dapat bertindak tegas dan cepat menangani pelaku teror bom tersebut.
Dia juga menduga ada kemungkinan teror bom kali ini berkaitan kelompok teroris Santoso yang ada di Poso Sulawesi Tengah, apalagi polisi juga pernah melakukan penyerangan ke sana.
"Ini bisa ada kaitannya dengan (kelompok) Poso, apalagi saat digerebek di tempat santoso ada bahan peledak juga," beber Ruhut.
Namun dia meminta semua pihak menyerahkan penanganan dan penyelidikan kepada pihak kepolisian.


Agen Poker Online - www.luwakpoker.com

CONTACT LUWAK POKER




 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Harian Berita LUWAKPOKER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger